Peduli Pendidikan, Geng Waras Salurkan Bantuan ke SD Terpencil di Kabupaten TTS

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SoE, NTTPedia.id – Komunitas Geng Waras berkolaborasi dengan Onedaykupang dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Cendana (Mapala Undana) menyalurkan bantuan alat tulis kepada 100 siswa di SD Negeri Bo’of, Senin (23/2/2026).

Kegiatan bertajuk “Satu Buku, Seribu Harapan” ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah pelosok. Bantuan yang diberikan berupa buku tulis dan pensil untuk mendukung proses belajar-mengajar para siswa.

Aksi sosial ini dilatarbelakangi keprihatinan atas kondisi pendidikan di wilayah terpencil, di mana kebutuhan dasar seperti buku dan alat tulis masih menjadi kendala bagi sebagian siswa.

Keterbatasan ekonomi dan akses membuat perlengkapan sekolah yang relatif murah sekalipun kerap sulit dijangkau.

Perwakilan Geng Waras, Rahma, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi perlengkapan sekolah, tetapi juga menghadirkan perhatian dan harapan bagi anak-anak.

“Kami percaya, satu buku bisa menjadi jendela dunia bagi seorang anak. Dari halaman-halaman sederhana, lahir mimpi besar. Kolaborasi ini adalah langkah kecil yang kami harap bisa membawa dampak panjang bagi masa depan mereka,” ujar Rahma.

Kegiatan berlangsung di SD Negeri Bo’of yang terletak di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS. Sekolah tersebut tergolong terpencil dengan jarak tempuh sekitar tiga jam perjalanan darat dari Kota Kupang.

Selain tantangan geografis, sekolah ini juga belum terjangkau jaringan internet, serta belum tersentuh sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyaluran bantuan melibatkan komunitas Geng Waras, Onedaykupang, serta Mapala Universitas Nusa Cendana. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi bentuk sinergi anak muda dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah tertinggal.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain pembagian buku dan alat tulis, para siswa juga mengikuti sesi interaksi dan motivasi untuk mendorong semangat belajar dan keberanian bermimpi.

Melalui gerakan “Satu Buku, Seribu Harapan”, para relawan berharap setiap lembar buku yang dibagikan dapat menjadi awal bagi lahirnya cita-cita besar anak-anak di pelosok.

Komunitas yang terlibat berkomitmen untuk terus memperluas gerakan serupa ke wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya bersama memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru