Dari Talenta Memasak Menjadi Peluang Usaha, Hana Rasakan Manfaat KUR BRI

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Berawal dari keinginan untuk tetap produktif setelah kehilangan adiknya, Hana Agsamina Patttypelohi memilih mengembangkan talenta memasaknya menjadi sebuah usaha kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Kota Kupang.

Sebelum membuka usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, pada 2019, sang adik meninggal dunia setelah terpapar COVID-19. Kondisi tersebut membuat Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian berpikir untuk tidak hanya berdiam diri di rumah. Dengan kemampuan memasak yang dimilikinya, ia memutuskan untuk mulai membangun usaha sendiri.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak mulai beroperasi, usaha kantin yang dikelolanya terus berjalan hingga kini. Pendapatan yang diperoleh setiap bulan memang belum selalu stabil, namun setidaknya dapat mencapai sekitar Rp2 juta per bulan.

Menurut Hana, kondisi usaha saat ini memang berbeda dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, makanan yang dijualnya tetap diminati pelanggan. Bahkan, meskipun terdapat penjual lain di sekitar lokasi, pelanggan tetap datang membeli makanan di kantinnya.

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin milik Hana mampu menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk menjalankan usahanya, ia dibantu dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Dalam mengembangkan usahanya, ia juga mendapatkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Ia pertama kali mengajukan KUR sebesar Rp20 juta dengan jangka waktu dua tahun. Seiring perkembangan usahanya, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta.

Menurutnya, akses pembiayaan melalui KUR sangat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan dan mempertahankan bisnis.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dapat menjadi langkah awal dalam membangun usaha. Menurutnya, dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Kisah Ibu Hana menjadi contoh bahwa talenta, keberanian untuk memulai, serta kemauan untuk terus berusaha dapat menjadi modal penting dalam membangun dan mengembangkan usaha,” ujar Hery.

KUR BRI menawarkan sejumlah kemudahan bagi pelaku usaha, di antaranya suku bunga yang relatif rendah, biaya administrasi yang ringan, serta pilihan plafon pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar mencari penghasilan. Baginya, kemampuan dan talenta yang dimiliki merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk menjadi sesuatu yang produktif.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menjadi gambaran bahwa sebuah usaha dapat dimulai dari kemampuan sederhana yang dimiliki seseorang. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang dan dukungan pembiayaan, usaha kecil pun dapat terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi pemiliknya maupun orang lain.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru