Kupang, NTTPedia.id,,- Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa Flores. Melalui Posko Bencana PA GMNI NTT, bantuan tanggap darurat telah disalurkan ke tiga kabupaten terdampak, yakni Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam beberapa gelombang. Untuk Kabupaten Manggarai Timur telah disalurkan dua gelombang bantuan, sementara Kabupaten Ngada satu gelombang dan Kabupaten Nagekeo dua gelombang. Penyerahan bantuan itu dilakukan pada Minggu, 108/2026.
Ketua PA GMNI NTT, Yoseph Dasi Djawa, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PA GMNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Yoseph, sejak posko bencana dibuka, pihaknya terus menghimpun donasi dari berbagai pihak untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
” Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara yang terdampak gempa. Kita berupaya agar bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Yoseph.
Bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok atau sembako, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak dalam masa tanggap darurat.
Sekretaris PA GMNI NTT, Emanuel Kolfidus, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak tidak selalu sama.
” Kita tidak ingin bantuan hanya disalurkan sekali. Selama masih ada kebutuhan dan dukungan donasi yang memungkinkan, kita akan terus berupaya membantu masyarakat terdampak,” kata Emanuel.
Ia menjelaskan, PA GMNI NTT bersama Posko Bencana terus berkoordinasi dengan pihak-pihak di lapangan untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Posko Bencana PA GMNI NTT, Yohanes Hamba Lati, mengatakan penyaluran bantuan ke tiga kabupaten tersebut dilakukan berdasarkan informasi dan kebutuhan yang diterima dari lapangan.
” Untuk Manggarai Timur sudah dua gelombang, Ngada satu gelombang dan Nagekeo dua gelombang. Penyaluran ini akan terus kita sesuaikan dengan perkembangan kondisi di masing-masing daerah,” ujar Yohanes.

Menurutnya, mekanisme tanggap darurat PA GMNI NTT bersifat dinamis. Jenis dan jumlah bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan posko menghimpun donasi.
” Yang paling penting adalah bantuan itu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Karena itu, kita terus melihat kondisi di lapangan dan menyesuaikan dengan jumlah donasi yang masuk,” katanya.
PA GMNI NTT kata Yohanes memastikan gerakan kemanusiaan tersebut akan terus berjalan selama masih dibutuhkan oleh masyarakat terdampak gempa Flores. Bantuan berikutnya akan disalurkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan dan ketersediaan donasi yang berhasil dihimpun melalui Posko Bencana PA GMNI NTT.(AP)
Tetaplah kuat, Flores. Kita bersama-sama melewati masa sulit ini







