Peduli Penyandang Disabilitas Korban Gempa Flores, VBL dan Julie Laiskodat Salurkan Bantuan ke Pengungsian

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ruteng, NTTPedia.id,- Kepedulian terhadap penyandang disabilitas yang terdampak gempa di Ruteng, Kabupaten Manggarai, terus diwujudkan melalui penyaluran bantuan ke lokasi pengungsian.

 

Hal itu ditunjukkan oleh Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat. Bersama jajaran NasDem Peduli, VBL dan Julie memberikan perhatian kepada sekitar 20 penyandang disabilitas yang kini mengungsi di sebuah gudang mebel di Jalan Gewak, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis 20 Agustus 2026..

 

Bantuan yang disalurkan terdiri atas 200 kilogram beras, 10 lembar selimut, 10 dus mi instan, 10 liter minyak goreng, serta satu dus minyak kayu putih.

 

Sekitar 20 penyandang disabilitas kini menempati gudang mebel tersebut setelah tempat tinggal mereka terdampak gempa. Jumlah pengungsi bahkan bertambah dari sekitar 10 orang atau lima kepala keluarga pada awal masa pengungsian.

 

Pertambahan jumlah pengungsi terjadi karena sejumlah penyandang disabilitas yang sebelumnya tinggal di kos maupun rumah kontrakan mengalami kerusakan tempat tinggal. Kondisi tersebut diperparah dengan kesulitan mendapatkan makanan sehingga mereka membutuhkan tempat berlindung sekaligus dukungan kebutuhan sehari-hari.

 

Informasi mengenai kondisi para penyandang disabilitas tersebut diterima Media Center NasDem melalui video yang dikirim dari Ruteng ke Bandung. Informasi itu kemudian diteruskan kepada NasDem Peduli untuk segera ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan langsung ke lokasi pengungsian.

 

Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan perhatian terhadap penyandang disabilitas dalam situasi bencana perlu menjadi bagian penting dari proses penanganan dan pemulihan.

 

Menurutnya, kebutuhan kelompok penyandang disabilitas tidak selalu sama dengan masyarakat lainnya. Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal, mereka juga membutuhkan akses informasi, pendampingan, kenyamanan, dukungan psikologis serta jaminan rasa aman.

 

” Dalam keadaan darurat, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Bagi penyandang disabilitas, proses menyelamatkan diri, mendapatkan informasi, beristirahat dengan nyaman hingga memulihkan rasa aman membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat,” ujar Julie.

 

Ia menegaskan, bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Perhatian dan pendampingan harus terus diberikan selama proses pemulihan berlangsung agar penyandang disabilitas tidak menjadi kelompok yang tertinggal.

 

” Tidak boleh ada satu pun kelompok yang tertinggal dalam proses pemulihan. Setiap manusia berhak merasa aman, dihargai, dan didampingi hingga benar-benar mampu kembali menata kehidupannya,” tegasnya.

 

Julie juga mengaku terharu melihat seorang warga yang membuka gudang mebel miliknya sebagai tempat berlindung bagi masyarakat yang terdampak gempa. Tempat yang biasanya digunakan untuk aktivitas pekerjaan tersebut kini menjadi ruang aman bagi puluhan warga, termasuk anak-anak yang masih mengalami trauma akibat bencana.

 

Menurut Julie, kepedulian warga tersebut menjadi contoh nyata bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana.

 

” Dari ruang sederhana itu, kita belajar bahwa kepedulian dapat tumbuh di mana saja, terutama ketika kita memilih untuk hadir bagi sesama,” ungkapnya.

 

Viktor Bungtilu Laiskodat turut hadir dan memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak gempa, khususnya kelompok penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan lebih dalam situasi darurat.

 

Kehadiran sosok yang akrab dipanggil VBL ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan bantuan dan perhatian dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses bantuan secara mandiri.

 

Viktor berharap para pengungsi di Jalan Gewak dan seluruh masyarakat yang terdampak gempa diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat gotong royong dan kepedulian dalam proses pemulihan.(AP)

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru