Waingapu, NTTPedia.id,- Kepedulian terhadap warga terdampak gempa Flores datang dari berbagai penjuru. Kali ini datang dari pulau Sumba melalui aksi solidaritas bertajuk Cahaya Untuk Flores. Aksi galang donasi ini dirangkai dengan bakar lilin dan berdoa untuk warga yang terdampak gempa Flores.
Aksi kemanusiaan ini digalang bersama oleh SMPK Anda Luri, Side To Side dan Elim Sound Waingapu. Dari rangkaian aksi tersebut, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp18.069.500 untuk membantu saudara-saudari di Flores yang terdampak gempa.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMPK Anda Luri, Stefani Hamapati. Ia mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari Sumba untuk masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana gempa.
Stefani menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian aksi Cahaya Untuk Flores dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya dengan penuh keikhlasan.
” Sekecil apapun cahaya, ia akan selalu membawa kehangatan di tengah kegelapan,” demikian pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Menurut Stefani, anak-anak OSIS menjadi salah satu motor penggerak utama aksi. Seluruh murid, guru dan tenaga kependidikan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat kebersamaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua dan wali murid atas doa, restu serta dukungan nyata yang diberikan.
Selain itu, Stefani mengapresiasi dukungan Side To Side, Elim Sound Waingapu dan para musisi Kota Waingapu yang turut berkolaborasi dan memberikan dukungan fasilitas dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan tersebut.
Total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp18.069.500. Donasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Stefani berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus terpelihara.
” Semoga setiap rupiah, tenaga dan waktu yang telah dikorbankan menjadi berkat dan pelita bagi Flores,” ungkapnya.(AP)







