Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kota Kupang mendukung langkah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Kupang yang mulai mempersiapkan calon jamaah haji tahun 2027 sejak dini melalui program pra-manasik dan napak tilas.
Pembukaan Napak Tilas dan Launching Pra-Manasik Jamaah Haji Kota Kupang Tahun 2027 berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu, 05/09/2026.
Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, mengatakan persiapan ibadah haji membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.
Menurutnya, calon jamaah tidak hanya harus memahami tata cara ibadah, tetapi juga perlu mempersiapkan spiritual, kesehatan fisik, mental serta pengetahuan sebelum menjalani perjalanan ke Tanah Suci.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada IPHI Kota Kupang beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon jamaah haji secara lebih dini, terarah dan berkelanjutan,” ujar Hengky saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang.
Ia menilai pra-manasik yang dilakukan jauh sebelum keberangkatan akan membantu calon jamaah menghadapi seluruh tahapan perjalanan haji dengan lebih tenang dan percaya diri.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi antara calon jamaah, alumni haji dan masyarakat.
Konsep napak tilas yang diusung dalam kegiatan ini juga menjadi sarana bagi calon jamaah untuk belajar dari pengalaman para alumni haji.
Pengalaman mereka yang telah lebih dahulu menunaikan ibadah haji diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi calon jamaah dalam mempersiapkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Hengky menambahkan, pembangunan kehidupan keagamaan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia yang beriman, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.
Di tengah kegiatan tersebut, Hengky juga mengajak seluruh peserta untuk terus mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Dalam kesempatan itu, ia kembali menyampaikan bahwa Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya telah menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih lima hari ke enam kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kota Kupang membawa bantuan senilai kurang lebih Rp635 juta yang bersumber dari APBD dan donasi ASN Pemerintah Kota Kupang.
Sementara itu, Ketua Panitia, Haji Rumadi, mengatakan pra-manasik merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi IPHI Kota Kupang dalam memberikan edukasi kepada calon jamaah haji yang direncanakan berangkat pada 2027.
Menurutnya, pembinaan calon jamaah haji membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
IPHI Kota Kupang mengambil bagian dengan memberikan pembelajaran mengenai rukun, syarat, wajib hingga sunah-sunah dalam pelaksanaan ibadah haji.
Ketua IPHI Kota Kupang yang juga Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhammad MS, menekankan pentingnya membangun kesiapan calon jamaah dari berbagai sisi.
” Perjalanan ibadah haji boleh jadi kita berangkat bersama, naik kendaraan bersama, sampai di Tanah Suci bersama, melaksanakan ibadah bersama dan pulang bersama, tetapi pengalaman spiritual masing-masing pasti berbeda. Semuanya tergantung sejauh mana kesiapan kita,” ujarnya.
Karena itu, IPHI Kota Kupang akan melaksanakan pra-manasik secara rutin setiap pekan, khususnya pada Sabtu dan Minggu, mulai dari Masjid Raya Kota Kupang hingga menjelang keberangkatan jamaah haji tahun 2027.
Pembinaan tidak hanya berfokus pada tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga kesiapan fisik calon jamaah.
Kegiatan perdana bahkan diawali dengan jalan sehat dan senam sebagai bagian dari upaya membangun kebugaran calon jamaah sejak awal.(rls)







