31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,-  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Antar Kabupaten/Kota Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Bali.

 

Bukan hanya soal meraih medali, dr. Christian meminta para kenshi membawa nama baik Kota Kupang dengan menunjukkan mental petarung, disiplin, keberanian sekaligus kerendahan hati.

 

Pesan itu disampaikan saat Wali Kota secara resmi melepas kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (3/10).

 

“Kepergian kalian bukan hanya membawa nama pribadi atau Perkemi. Di pundak kalian ada nama Kota Kupang dan harapan masyarakat,” kata dr. Christian.

 

Kontingen Kota Kupang akan berlaga di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, 8–11 Oktober 2026.

 

Sebanyak 35 orang diberangkatkan, terdiri atas 31 atlet, yakni 17 putra dan 14 putri, serta empat pelatih, manajer dan ofisial. Mereka akan turun pada 29 nomor dari 42 nomor yang dipertandingkan, meliputi 10 nomor Randori dewasa serta 19 nomor Embu remaja dan dewasa.

 

Bagi Wali Kota, kekuatan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik. Terutama dalam nomor Randori yang menuntut kekuatan fisik dan keberanian, kemampuan mengendalikan mental menjadi faktor penting.

 

Ia mengingatkan para atlet agar tidak terjebak pada dua ekstrem, terlalu percaya diri hingga meremehkan lawan atau kehilangan kepercayaan diri karena merasa takut.

 

“Jangan terlalu percaya diri sampai menganggap remeh lawan, tetapi jangan juga berkecil hati sampai merasa takut. Kunci kemenangan seorang atlet adalah kemampuan mengendalikan diri, tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bermain taktis,” tegasnya.

 

Menurut Wali Kota, mental bertanding yang baik harus berjalan bersama dengan kerendahan hati.

 

Keberanian diperlukan untuk menghadapi lawan, tetapi keberanian tanpa kendali justru dapat menjadi kelemahan. Karena itu, ia meminta para kenshi menjaga bukan hanya kondisi fisik, tetapi juga tutur kata, sikap dan perilaku selama berada di Bali.

 

Pengalaman dr. Christian sebagai dokter KONI turut mewarnai pesannya. Ia meminta para atlet mengikuti instruksi pelatih, menjaga pola makan, cukup beristirahat dan memastikan kondisi fisik tetap prima hingga pertandingan selesai.

 

“Ketika kekuatan, keberanian, kepercayaan diri dan kerendahan hati berjalan bersama, di situlah lahir seorang atlet sejati. Pergilah dan bertarunglah dengan mental petarung serta hati seorang kesatria,” pesan dr. Christian.

 

Keberangkatan ke Badung memiliki arti khusus bagi Perkemi Kota Kupang. Pada Bupati Badung Cup 2018, Kota Kupang berhasil keluar sebagai juara umum I dan membawa pulang piala bergilir.

 

Setelah ajang tersebut sempat vakum beberapa tahun, kontingen Kota Kupang kembali turun dengan membawa semangat menghidupkan tradisi prestasi.

 

Piala bergilir yang pernah dibawa pulang Kota Kupang tersebut akan diserahkan secara resmi oleh Wali Kota Kupang pada pembukaan kejuaraan di Badung.

 

Namun, bagi dr. Christian, membangun prestasi olahraga tidak cukup dilakukan menjelang pertandingan. Prestasi harus dibangun melalui pembinaan yang konsisten.

 

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong penguatan pembinaan olahraga kempo. Setelah sempat vakum beberapa tahun, Wali Kota Cup kembali digelar tahun ini dengan dukungan anggaran Rp100 juta.

 

“Pemerintah hadir bukan hanya ketika atlet membawa pulang medali. Pemerintah harus hadir sejak proses pembinaan, latihan, hingga mereka bertanding,” ujarnya.

 

Ketua Umum Perkemi Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H., menyampaikan kontingen dijadwalkan bertolak dari Kupang pada 7 Oktober dan kembali pada 12 Oktober 2026.

 

Ia mengatakan pembinaan kempo di Kota Kupang terus berkembang. Saat ini terdapat 23 dojo Perkemi yang mengikuti kejuaraan lokal Bupati Cup, dengan 20 dojo di antaranya berasal dari Kota Kupang.

 

Geliat tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan prestasi kempo Kota Kupang, tidak hanya untuk satu kejuaraan, tetapi juga untuk menyiapkan regenerasi atlet.(rls)

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN
Wali Kota Kupang Pastikan Biaya Pengobatan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Tuntas
Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Berita Terbaru