Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kota Kupang mendukung pelaksanaan Pesparawi Sinode GMIT yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Kupang. Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan dana sebesar Rp100 juta, tetapi juga fasilitas dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Dukungan itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Panitia Pesparawi Sinode GMIT di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (5/10/2026).
” Ini pertama kali dilaksanakan. Luar biasa. Kita ikut menyumbang Rp100 juta. Ini menjadi bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Kupang,” ujar Christian.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkot Kupang terhadap kegiatan keagamaan yang tidak hanya memperkuat kehidupan iman, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan talenta, seni dan budaya masyarakat.
Karena itu, dukungan Pemkot Kupang tidak berhenti pada bantuan dana. Pemerintah juga menyiapkan tenda dan sekitar 500 kursi, kendaraan operasional untuk pengangkutan peralatan, pengaturan lalu lintas melalui Dinas Perhubungan, dukungan kesehatan dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan, serta pelayanan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Christian juga meminta proses administrasi bantuan Rp100 juta dipercepat sesuai ketentuan yang berlaku agar dapat segera dimanfaatkan panitia.
” Saya berharap bantuan ini bisa segera diproses. Jangan sampai kegiatan sudah selesai baru bantuan diberikan. Teman-teman panitia membutuhkan dukungan untuk membayar kebutuhan kegiatan,” tegasnya.
Ia menilai Pesparawi perdana tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan iman, seni, budaya dan talenta generasi muda.
” Rindu kita supaya para pemuda dengan talenta-talenta itu dihimpun. Musik-musik daerah dan kecintaan bernyanyi tradisional dapat dikembangkan, tetapi tetap dalam nuansa rohani,” ungkapnya.
Christian memastikan dirinya akan hadir pada pembukaan Pesparawi Sinode GMIT pada 7 Oktober 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., yang juga Ketua Pesparawi Sinode GMIT, menegaskan jajaran Pemkot Kupang berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar pelaksanaan Pesparawi perdana berjalan tertib dan lancar.
Selain fasilitas utama, Pemkot Kupang juga menyiapkan sejumlah lokasi parkir alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penonton, terutama saat pembukaan. Sejumlah fasilitas pemerintah di sekitar lokasi kegiatan akan dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan sehingga aktivitas Pesparawi tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Pesparawi Sinode GMIT akan berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 dan dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT yang baru.
Sementara itu, Pendeta Norman Nenohoni, salah satu panitia Pesparawi Sinode GMIT, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan paduan suara. Pesparawi dirancang sebagai ruang untuk membangun persaudaraan, mengembangkan talenta generasi muda, sekaligus memperkaya liturgi dan musik gereja.
” Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta,” jelasnya.
Pesparawi akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum dan musik etnik. Khusus kategori musik etnik, peserta akan membawakan lagu-lagu daerah bernuansa rohani dengan menggunakan unsur musik tradisional.
Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan simposium yang menghadirkan juri dan narasumber tingkat nasional. Forum tersebut diharapkan memberikan edukasi sekaligus kontribusi bagi pengembangan liturgi dan musik gereja.(rls)







