Jakarta, NTTPedia.id,- Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang dua kali gempa bumi pada 30 September dan 1 Oktober 2026. Kedua gempa tersebut dilaporkan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif, tetapi sesar yang secara spesifik memicu guncangan itu belum dapat dipastikan.
Gempa pertama terjadi pada 30 September 2026 dengan magnitudo 4,8 dan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di wilayah barat Kabupaten Kupang.
Sehari kemudian, pada pagi 1 Oktober 2026, gempa kembali mengguncang wilayah tersebut dengan magnitudo 3,1. Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 10,04° Lintang Selatan dan 123,61° Bujur Timur, di laut sekitar 31 kilometer sebelah barat Kabupaten Kupang, dengan kedalaman 6 kilometer.
Dalam rilisnya, BMKG menyebut aktivitas sesar aktif sebagai penyebab kedua gempa tersebut. Namun, informasi itu belum menjelaskan secara spesifik sesar mana yang menjadi sumber guncangan.
Untuk menelusuri keberadaan sesar aktif di wilayah tersebut, NTTPedia.id mewawancarai peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Febty Febriani, Ph.D.
Dalam wawancara, Febty mengatakan terdapat sejumlah struktur sesar di Pulau Timor, termasuk dua sesar aktif yang berada di Kabupaten Kupang, yakni Sesar Babau dan Sesar Naik Camplong (Camplong thrust fault).
Selain kedua struktur tersebut, peta geologi yang digunakannya juga memuat Sesar Mendatar Atambua (Atambua strike-slip fault) dan Sesar Semau.
Febty menjelaskan data yang digunakan untuk mengidentifikasi struktur sesar tersebut bersumber dari dua referensi, yakni Peta Sesar Pusat Gempa Nasional (PusGen) 2024 dan Peta Patahan Aktif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2021.
” Saya mengambil data sesar dari Peta Sesar Pusat Gempa Nasional dan Peta Patahan Aktif ESDM,” kata Febty kepada NTTPedia.id melalui direct message Instagram. Akun yang digunakan untuk berkomunikasi tersebut telah diverifikasi sebagai akun milik peneliti BRIN itu.
Dalam penjelasannya, Febty juga menunjukkan posisi gempa yang terjadi pada 30 September 2026 dengan kedalaman 10 kilometer. Namun, ketika ditanya apakah dua kali guncangan di Kabupaten Kupang itu dipicu oleh Sesar Babau atau Sesar Camplong, ia menyatakan bahwa lokasi gempa secara geografis cukup jauh dari kedua sesar tersebut.
Meski demikian, Febty menjelaskan identifikasi Sesar Babau sejauh ini masih didasarkan pada kajian geologi permukaan.
” Secara posisi cukup jauh dari Sesar Babau, tapi Sesar Babau baru diidentifikasi dari geologi permukaan saja,” jelasnya.(AP)







