Pimpinan DPRD NTT Belum Tahu Anggotanya Terpapar Covid-19

- Jurnalis

Jumat, 22 Januari 2021 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi mengaku belum tahu kalau sejawatnya ada yang terpapar Covid-19. Dia mengatakan untuk mengetahui apakah positif atau negatif Covid-19 harus ada hasil lab kesehatan.

” Menyangkut ada atau tidaknya tentu kami Pimpinan juga tidak terlalu tahu. Karena seseorang di katakan terindikasi terpapar Covid-19 minimal ada surat keterangan dari Dokter yg menyatakan hal itu, ” kata Ketua DPW PKB NTT Ini kepada NTTPedia.id, Jumat, 22/01/2021.

Ia hanya menyarankan jika ada sejawatnya yang mempunyai indikasi terpapar Covid-19 harus segera melakukan pemeriksaan. Agar bisa diketahui dengan jelas apakah positif atau negatif.

” Namun demikian saran kami. bagi siapapun yang merasa ada gejala gejala seperti kurangnya rasa panca indra penciuman, demam dan batuk harusnya lakukan pemeriksaan. biar dapat diketahui dengan jelas. dan jika terbukti Covid-19, maka pasien itu harus berani terbuka jika terpapar Covid-19,” jelasnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut jika memang positif Covid-19, segera karantina mandiri dan lakukan pengobatan sesuai arahan dokter dalam rumah sakit. Selain itu kata dia bisa juga melakukan isolasi mandiri sambil koordinasi dengan petugas kesehatan biar di tangani dengan baik.

” Terpapar Covid-19 bukan sesuatu yg memalukan dan harus disembunyikan. Oleh karena itu kita harus terbuka biar saudara, teman- teman yang pernah bersama-sama dalam komunikasi atau pernah bersama sama dapat melakukan pemeriksaan. dengan demikian kita bisa batasi penyebaran berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Anggota DPRD NTT Diduga Covid-19, Refafi Gah Akui Positif

Diberitakan sebelumnya salah satu anggota DPRD NTT, Refafi Gah mengaku Covid-19. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT ini, sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Ketua DPD Hanura NTT ini mengatakan ia tidak memiliki informasi kalau koleganya di DPRD NTT ada juga yang terpapar.

Informasi dugaan sejumlah anggota DPRD NTT yang terpapar Covid-19 sudah dikonformasi kepada Kadis Kesehatan NTT, Meserasi Ataupah. Namun pesan yang dikirimkan wartawan hanya dibaca saja. Meserasi dikonfirmasi dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT.(AP)

Berita Terkait

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 
Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di NTT Tetap Terkendali
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67
MPP Kota Kupang Sediakan Ruang Laktasi, Playground, dan Fasilitas Ramah Disabilitas
Polri Perluas Akses Pemenuhan Gizi di Daerah 3T, NTT Dapat 16 SPPG
Layanan MPP Kota Kupang di CFD Diserbu Warga, Total 157 Pengguna

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 11:49 WIB

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:51 WIB

Meski Cuaca Ekstrem, Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di NTT Tetap Terkendali

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:13 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:58 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:15 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB