Anggota DPR RI Melki Lakalena Minta Pempus Serius Tangani Dampak Bencana di NTT

- Jurnalis

Selasa, 6 April 2021 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena/Foto Lider Ismail

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena/Foto Lider Ismail

 

Kupang, NTTPedia.id,- Anggota DPR RI Dapil NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Pemerintah Pusat (Pempus) serius menangani dampak bencana alam di NTT. Ia mengatakan dampak bencana yang dialami oleh warga NTT sangat serius dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

“ Kami  ingin pastikan komitmen dari pemerintah pusat dalam penanganan bencana di NTT. Karena dampaknya sangat panjang. Bukan hanya tanggap darurat saja,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI kepada wartawan, Selasa, 6 April 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badai Seroja kata dia sangat luar biasa dampak bagi warga NTT. Banyak warga harus kehilangan harta dan tempat tinggal bahkan ratusan nyawa melayang akibat dampak bencana. Untuk itu Ia meminta semua pihak untuk mendorong Pemerintah Pusat untuk serius melakukan penanganan terhadap korban dampak bencana alam di NTT.

Baca Juga :  Gubernur NTT Berduka untuk Affan Kurniawan, Ingatkan Hindari Aksi Anarkis

Ia mengatakan dampak bencana alam tersebut sangat panjang karena mempengaruhi kebutuhan ekonomi, sosial, kesehatan dan dampak lainnya. Sehingga membutuhkan penanganan jangka panjang.

“ Sehingga butuh penanganan serius dan panjang dan tidak sekedar bagi-bagi sembako,” katanya.

Dijelaskannya dampak dari bencana Seroja merata diseluruh NTT namun yang paling parah adalah Flores Timur, Lembata, Malaka, Sumba Timur, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

“ Semoga semua data segera masuk sehingga bisa diketahui dampaknya dan berapa korban jiwa agar segera ditangani,” kata Ketua DPD I Golkar NTT ini.

Karena itu, dia meminta kepada Pemerintah pusat untuk menetapkan bencana di NTT sebagai bencana nasional, karena dampak kerusakan akibat badai Seroja sangat serius.

“Kenapa saya minta jadi bencana nasional, karena setelah badai berlalu, eskalasi semakin tinggi dengan kerusakan yang semakin serius, terutama di tepi pantai dan sungai,” katanya.

Baca Juga :  Prof. Apris Adu Siap Bawa Undana Lebih Maju: Calon Rektor dengan Visi Riset Terapan dan Pembangunan NTT

Dia menambahkan jika diakumulasikan dan didorong menggunakan anggaran provinsi NTT sangat berat, sehingga dia mendorong menjadi bencana nasional, sehingga penanganannya oleh Pempus, dan jauh lebih optimal kedepannya.

“Kami dorong agar pemerintah hadir di masyarakat yang terdampak langsung bencana ini,” tandasnya.

Dia juga berharap semua Kementrian bergerak cepat dalam menangani bencana di NTT. Dia memberikan apresiasi kepada Kepala BNPB, Doni Monardo dan Menteri Kesehatan Tri Rismaharini yang turun langaung ke lapangan melihat kondisi korban bencana.

 

“Semua kementrian sudah bergerak cepat. Perbaikan infrastruktur yang rusak. Kita harpakan bergerak lebih cepat. Menkes bantu pelayanan kesehatan dasar,” pintanya.

Diketahui badai Seroja melanda wilayah NTT selama 3 hari dan merusak fasilitas umum dan rumah warga, serta puluhan korban meninggal, akibat longsor dan banjir bandang.(AP)

Berita Terkait

Polri Perluas Akses Pemenuhan Gizi di Daerah 3T, NTT Dapat 16 SPPG
Layanan MPP Kota Kupang di CFD Diserbu Warga, Total 157 Pengguna
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pertamina Bentuk Satgas Nataru
AHP Sosialisasi 4 Pilar di Desa Pau Tekankan Peran Flores dalam Lahirnya Pancasila
Layanan Amnesti Pajak Selama November, Warga Kota Kupang Bisa Bayar PBB Tanpa Denda di MPP 
Lebih Mudah! MPP Kota Kupang Sediakan Layanan Izin Kesehatan Online via SiPintar
Hanya 10 Anggota DPRD TTU Yang Bawa Keluarga dan Gunakan Dana Pribadi
Study Banding Sambil Liburan, 30 Anggota DPRD TTU Boyong Keluarga ke Bali

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 21:56 WIB

Polri Perluas Akses Pemenuhan Gizi di Daerah 3T, NTT Dapat 16 SPPG

Sabtu, 29 November 2025 - 20:06 WIB

Layanan MPP Kota Kupang di CFD Diserbu Warga, Total 157 Pengguna

Sabtu, 29 November 2025 - 12:54 WIB

Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pertamina Bentuk Satgas Nataru

Rabu, 26 November 2025 - 18:54 WIB

AHP Sosialisasi 4 Pilar di Desa Pau Tekankan Peran Flores dalam Lahirnya Pancasila

Rabu, 26 November 2025 - 18:04 WIB

Layanan Amnesti Pajak Selama November, Warga Kota Kupang Bisa Bayar PBB Tanpa Denda di MPP 

Berita Terbaru