Jembatan Palmerah dan Pembangkit Listrik Arus Laut Didorong Jadi Proyek Strategis Nasional

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubenur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sebuah kesempatan kunjungan Menko Pangan, Zulkifli Hasan di Kabupaten Kupang. Foto: Internet

Gubenur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sebuah kesempatan kunjungan Menko Pangan, Zulkifli Hasan di Kabupaten Kupang. Foto: Internet

Kupang, NTTPedia.Id,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong agar proyek Jembatan Pancasila Palmerah dan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) Larantuka) dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Tidal Bridge BV (Belanda) di Ruang Rapat Gubernur, Senin (20/10/2025) sore.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Rosye Hedwine menjelaskan bahwa proyek ini telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Namun untuk dapat diusulkan sebagai PSN, masih diperlukan penyempurnaan sejumlah dokumen administratif, antara lain,Dokumen Feasibility Study (FS), Manajemen Risiko, Master Plan, Dokumen Lingkungan, kesesuaian dengan RTRW Provinsi dan Kabupaten Flores Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Proyek Jembatan Palmerah dan PLTAL Larantuka ini adalah warisan visi besar dari almarhum Bapak Frans Lebu Raya. Pemerintah Provinsi NTT di masa kini akan memastikan agar proyek ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur Melki.

Baca Juga :  Terus Berkomitmen dalam Penyaluran CSR, BRI Raih 3 Penghargaan Top CSR Awards 2022

Ia menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya akan meningkatkan konektivitas antar pulau di Flores Timur, tetapi juga memperkuat pasokan listrik di wilayah timur Flores yang selama ini masih terbatas.

” Potensi arus laut di selat Larantuka sangat besar. Ini peluang bagi NTT untuk menjadi daerah pionir energi baru terbarukan di Indonesia Timur,” tambahnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh CEO Tidal Bridge BV, Mr. Eric Van Den Eijnden, President Director PT Tidal Bridge Indonesia, Latif Gau, serta perwakilan PT Pertamina Power Indonesia. Dari unsur Pemprov NTT turut hadir Kepala Dinas PUPR Benyamin Nahak, Kepala Dinas ESDM Rosye Hedwine, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulastri Rasyid, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Adelino Soares, dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Selfi H. Nange.

Proyek Jembatan Pancasila Palmerah, yang menghubungkan Pulau Adonara dan Larantuka (Flores Timur), merupakan inisiatif strategis yang dirintis sejak masa Gubernur Frans Lebu Raya bekerja sama dengan Tidal Bridge BV (Belanda). Selain sebagai jembatan penghubung, proyek ini dirancang untuk menghasilkan energi listrik hingga 100 megawatt (MW) melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL).

Baca Juga :  Deklarasi Alumni GP Ansor, Ajhar Jowe, Itu Gerakan Kelompok Sesat

Sejak 2017, proyek ini telah melalui berbagai tahapan penting seperti Feasibility Study (FS), AMDAL, Environmental and Social Impact Assessment (ESIA), dan studi interkoneksi dengan PLN. Proyek juga telah memperoleh dukungan pendanaan dari Bank Pembangunan Belanda (FMO/Invest International).

Latif Gau, President Director PT Tidal Bridge Indonesia, menjelaskan bahwa PLTAL Larantuka merupakan proyek yang sangat potensial karena NTT memiliki arus laut yang kuat dan stabil, ideal untuk pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

“ Kami mengapresiasi dukungan Pemprov NTT dari masa Bapak Frans Lebu Raya hingga saat ini. Kami melihat komitmen yang berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi untuk melanjutkan proyek ini hingga tahap operasional,” ujar Latif Gau.

Menurutnya, dokumen AMDAL yang sempat kedaluwarsa kini sedang diperbarui bersama dokumen teknis lainnya agar proyek bisa dilanjutkan menuju tahap konstruksi.(AP)

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang
Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi
Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang
Pencarian Hari Ke-10, Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Satu Korban KM Putri Sakinah
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah
Gubernur NTT Temui Keluarga Korban KM Putri Sakinah Asal Spanyol di Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi

Senin, 5 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:59 WIB

Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:06 WIB

Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang

Berita Terbaru

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan perpajakan agen asuransi yang dinilai tidak adil dan menimbulkan ketidakpastian hukum, menyusul pemberlakuan PMK-168/PMK.03/2023, implementasi Core Tax Administration System, serta munculnya tafsir keliru atas PMK 81/2024.

Berita

PAAI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pajak Agen Asuransi

Senin, 12 Jan 2026 - 19:51 WIB