Prabowo Tidak Pandang Bulu Berantas Korupsi Selama Setahun Jadi Presiden

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berusia satu tahun. Dalam masa kepemimpinannya, pemerintah dinilai berusaha menunjukkan komitmen serius dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

Executive Director Next Indonesia, Christiantoko, menyebut salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah penyerahan uang sitaan kasus CPO oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Kementerian Keuangan senilai Rp 13,2 triliun.

“ Korupsi ini berusaha untuk dilakukan atau diberantas,” kata Christiantoko dalam acara Katadata Policy Dialogue bertajuk “Satu Tahun Prabowo-Gibran, Mengukur Langkah Awal Prabowonomics”, di Lounge Katadata Indonesia, Plaza Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (21/10).

Ia menyoroti pernyataan tegas Presiden Prabowo dalam acara penyerahan uang sitaan tersebut. Namun, menurutnya, publik masih perlu menunggu pembuktian dari komitmen tersebut.

” Dari pernyataan terbaru kemarin di Kejagung oleh Presiden, dia tidak pandang bulu. (Tapi) kita tidak bisa menilai sekarang, apakah Presiden memenuhi apa yang diucapkan atau tidak,” ujarnya.

Selain soal pemberantasan korupsi, Christiantoko menilai pemerintah juga sedang berupaya menutup kebocoran keuangan negara di tahun pertamanya.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menilai pemerintahan Prabowo perlu mengefektifkan birokrasi yang dinilainya masih belum ramping dan efisien.

” Jadi birokrasi krusial itu maksudnya bagaimana sekarang mengefektifkan birokrasi,” ujar Siti Zuhro.

Ia juga mendorong agar pemerintah melibatkan pemerintah daerah secara aktif dalam menjalankan program-program populis.

” Harus ada keterlibatan secara bottom-up supaya terjadi keseimbangan. Kita seringnya berasumsi bahwa desa-daerah itu tidak cakap, padahal tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menyoroti gemuknya struktur pemerintahan saat ini. Ia menilai perlu ada kajian apakah kondisi tersebut efektif untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.

” Mungkin eksekutif perlu memikirkan dulu, apakah pemerintahan yang besar ini memang dibutuhkan untuk menunjang program-program strategis Astacita,” kata Arya.(sj)

Berita Terkait

Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar
OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru
“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi
Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara
Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran
OJK Perkuat Penerapan GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Menaker Yassierli Tekankan Layanan Kemnaker Harus Cepat, Mudah, dan Tanpa Hambatan
OJK Atur Peran Finfluencer dalam Promosi Produk Perbankan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:03 WIB

Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar

Rabu, 15 April 2026 - 16:06 WIB

OJK dan Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru

Minggu, 12 April 2026 - 12:39 WIB

“Kalau Melki Menang, Pakai Baju Saya”: Konsistensi dan Kedewasaan Politik Simon Petrus Kamlasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:42 WIB

Pasokan LPG Aman, STS Kalbut Topang Distribusi Energi Jatimbalinus hingga Nusantara

Sabtu, 11 April 2026 - 09:08 WIB

Menaker Dorong Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran

Berita Terbaru