ARLB Geruduk Kantor DPRD Lembata Terkait Awolong dan Kasus Tanah Merdeka

- Jurnalis

Sabtu, 22 Mei 2021 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lewoleba, NTTPedia.id,- Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Lembata Bersatu menggelas Aksi di gedung DPRD Lembata, Lewoleba, Kamis (20/5).

Sebelumnya, mereka menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan dan Polres Lembata dengan tuntutan menuntaskan kasus tanah Merdeka, Lebatukan dan Mendesak Polres Lembata menyatakan sikap dukungan terhadap Polda NTT dalam menyelesaikan dugaan kasus korupsi Awololong, Lembata.

Massa aksi tiba di gedung DPRD Lembata sekitar pukul 12.00 WITA, massa aksi yang membawa beberapa tuntutan ini melakukan orasi dan menuntut untuk bertemu dengan Anggota DPRD Lembata sesuai dengan surat yang mereka sampaikan pada Selasa (18/5) lalu.

Dalam orasinya lChoky Askar Ratulela menegaskan agar Polda NTT dan Kapolres Lembata menegakan hukum secara benar.

“Gelar aksi Amatata Jakarta pada Agustus 2020 lalu berhasil bertemu Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jl. Trunojoyo – Jaksel. Dan persoalan ini sudah sampai ke telinga Divpropam dan Humas Mabes Polri di Jakarta. Jadi, saya tegaskan jangan main-main dengan hukum”. Ungkap pria yang sedang menjabat sebagai Sekretaris Cabang GMNI Cabang Jakarta Pusat tersebut.

Pantauaan NTTPedia.id, massa aksi juga sempat terlibat bentrokan kecil dan adu mulut dengan Satpol PP yang berjaga di pagar pintu masuk gedung DPRD Lembata.

Mereka ingin menyampaikan secara langsung kepada anggota DPRD Lembata agar mendorong Polda NTT segera menahan tersangka kasus dugaan korupsi mega proyek jeti dan kolam apung Pulau Siput Awololong.

Salah satu tersangka kasus Korupsi tersebut adalah Silvester Samun yang kemudian diangkat kembali oleh Bupati Lembata menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lembata.

Mega proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,4 miliar rupiah.

setelah melalui negosiasi yang cukup alot dan difasilitasi aparat keamanan Polres Lembata, sekitar Pukul 13.43 WITA sebanyak 18 perwakilan massa aksi akhirnya bertemu dengan 13 perwakilan anggota DPRD Lembata yang hadir saat itu di loby gedung.

Bung Kanis Soge, selaku Koordinator Umum mengatakan, anggota DPRD Lembata yang berjumlah 25 orang harus bisa mewakili rakyat memberi kontrol terhadap kerja lembaga eksekutif dan legislatif.

“Bapak mereka cerdas dan pintar tapi tidak punya integritas sama sekali pun terkait sekian banyak persoalan di Lembata,” kata Soge.

Hingga pukul 15.00 massa aksi membubarkn diri dengan membawa pernyataan sikap dari 13 Anggota Dewan terkait agenda Paripurna, Banmus dan Rapat dengar Pendapat Umum nantinya. (PLW)

Berita Terkait

Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur
Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan
Pererat Sinergi, Kapolda NTT Ajak Media Angkat Potensi Wisata Gua Kristal
Honor Business Assistant KDMP di NTT Belum Dibayar Sejak Maret, Muncul Dugaan Dana Dekon Diendapkan
PDI-Perjuangan NTT Gelar ( Musancab ) di Ende .Ketua DPD PDI-P NTT Instruksi Kader Selesaikan Masalah Akar Rumput 
Gubernur NTT Singgung Judol dan Hoax Dalam Rakerda KPID NTT
Lantik 170 Pejabat, Wali Kota Kupang Dorong Birokrasi Inovatif dan Solid
Polisi Evakuasi Jenazah dari Ambulans Terjebak Banjir di Malaka

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:44 WIB

Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur

Rabu, 29 April 2026 - 17:07 WIB

Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan

Rabu, 29 April 2026 - 17:05 WIB

Pererat Sinergi, Kapolda NTT Ajak Media Angkat Potensi Wisata Gua Kristal

Rabu, 29 April 2026 - 10:56 WIB

Honor Business Assistant KDMP di NTT Belum Dibayar Sejak Maret, Muncul Dugaan Dana Dekon Diendapkan

Selasa, 28 April 2026 - 20:23 WIB

Gubernur NTT Singgung Judol dan Hoax Dalam Rakerda KPID NTT

Berita Terbaru