Hasil DNA Jenazah Ibu dan Anak Terungkap, Keluarga Minta Polisi Tangkap Pelaku

oleh -186 views

Kupang, NTTPedia.id,- – Misteri penemuan jenazah ibu dan bayi tanpa identitas di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada akhir Oktober 2021 lalu, akhirnya terjawab. Hal itu karena polisi sudah mengungkap hasil tes DNA.

Hasil test DNA sudah diperoleh pihak keluarga pada hari Rabu, 24/11/2021. Hasil test DNA ini menjawab penantian keluarga korban.

” Puji Tuhan, semua doa kita terkabul. hasil DNA sudah ada dan positif itu jenazah Astri dan Lael. Saat ini sampai besok, keluarga persiapan ambil jenazah untuk dimakamkan,” ujar Jack Manafe, kakak sulung Astri Manafe, Rabu (24/11) malam.

Setelah mengetahui identitas kedua jenazah, Jack dan keluarga pun langsung menggelar ibadah penghiburan di rumah duka.

Jack mengaku, Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan sudah menyerahkan berita acara kepada pihak keluarga. “Kapolsek Alak sudah membuatkan berita acara penyerahan jenazah kepada kami selaku pihak keluarga. Jadi dua jenazah itu adalah Astri dan Lael anaknya,” tandas Jack Manafe.

Kubur di Jalur 40

Keluarga pun mengagendakan menjemput kedua jenazah dari ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang pada Kamis (25/11) besok, siang sekitar pukul 11.00 Wita.

“Jenazah akan kami bawa ke rumah dan ibadah pemakaman pada Pukul 15.00 wita,” jelas Jack Manafe.

Selanjutnya jenazah dibawa ke tempat pemakaman keluarga di jalur 40 Kelurahan Sikumana Kota Kupang untuk dimakamkan.

Polda Segera Rilis

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif kepada wartawan, Rabu (24/11) malam mengatakan, seluruh proses tersebut akan disampaikan dalam rilis pada Kamis (25/11) besok. “Besok akan dirilis resmi Humas Polda NTT,” ujar jenderal polisi bintang dua ini.

Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan yang dikonfirmasi Rabu (24/11) malam juga menyarankan agar wartawan langsung mengkonfirmasi ke Humas Polda NTT. “Nanti dengan Humas Polda saja,” ujarnya.

Keluarga Yakin Jenazah Asri dan Lael

Sejak awal Jack Manafe yakin kalau jenazah itu adah adiknya Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael (1 tahun).

Karena keyakinan itulah maka warga Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 27, RW 08, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ini mengijinkan ayahnya Yan Manafe dan ibunya diambil sampel untuk tes DNA dan hasilnya identik.

“Untuk pengambilan jenasah harus tunggu hasil DNA. setelah hasil DNA ada, baru diberikan SP2HP,” ujar Jack Manafe.

Jack Manafe bersama sejumlah kerabatnya pernah menyambangi Polsek Alak menanyakan perkembangan kasus tersebut dan ditemui kanit Reskrim Polsek Alak, Ipda Gerry Agner T.

Dari Polsek Alak, Jack Manafe mendapat penjelasan bahwa SP2HP belum bisa diberikan pihak kepolisian kepada Jack M dan keluarga karena tetap menunggu hasil DNA.

“Karena penanganan kasus ini berdasarkan laporan perusahaan atas penemuan jenasah tanpa identitas,” ujar Jack Manafe mengutip hasil pertemuan tersebut.

Pihak kepolisian sudah mengirim sampel DNA ke laboratorium forensik di Jakarta sejak awal bulan November 2021.

“Untuk kasus perkara sesuai penjelasan yang kami dapat sudah sampai tahap sidik. Secara umum semua saksi sudah diperiksa,” tandasnya.

Sejak awal, Jack Manafe sangat yakin jasad seorang perempuan dan anak balita yang ditemukan di penggalian pipa di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang, Sabtu (30/10) lalu, merupakan adik kandung dan keponakannya.

Ciri fisik dan benda yang melekat di tubuh korban menjadi penguat dugaan Jack dan keluarga, sembari menunggu tes DNA.

Jack dan keluarga mengaku terkejut membaca berita terkait penemuan jenazah ibu dan anak.
Dari ciri-ciri fisik yang ada sepertinya sama persis dengan ciri Astri dan bayinya.

Makanya setelah mengetahui kabar itu, mereka langsung bergerak ke ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara pada Senin (1/11) usai autopsi.
“Kami mengenali dari tangan dan kaki. Kalau wajah Astri sudah rusak sehingga sulit dikenali,” ujar Jack.

Keluarga juga ke Polsek Alak membuat laporan polisi soal berita kehilangan. “Kami mengenali topi dan baju seperti yang dipakai korban saat pergi dari rumah,” tambah Jack.

Mereka juga yakin kalau foto-foto penemuan mayat di lokasi kejadian persis dengan ciri korban.

Ia menduga handphone, tas dan dompet sengaja dihilangkan pelaku untuk menghilangkan jejak.

Namun Jack mengaku kalau polisi sudah mengidentifikasi barang-barang dalam kamar korban seperti sisa lipstik dan pakaian korban.

Karena merasa yakin kalau jenazah tersebut adalah Astri dan Lael, polisi dari Polsek Alak pun menyelidiki lebih lanjut dan ingin membuktikan kebenarannya.

Jack mengaku curiga kalau korban dibunuh orang dekatnya. “Periksa Arca dan Bayu selaku rekan korban, karena Arca yang menjemput korban dan membawa ke tempat kost Bayu,” ungkap Jack.

Jack curiga kalau pelaku adalah orang-orang dekat korban. Ia juga meminta agar pelaku sebaiknya menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.

Jack dan keluarga juga yakin kalau pembunuhan terhadap Astri dan Lael berencana.

Ia juga berharap keterangan saksi Bayu dan SM di Rote Ndao bisa menjadikan kasus ini terang benderang.

Sambil menunggu hasil DNA, keluarga tetap menggelar ibadah dan doa malam serta berharap jenazah yang disimpan di ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Kupang dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Kami yakin itu adalah Astri dan Lael sehingga biarlah kami yang memakamkan jenazah secara baik-baik,” tandas Jack.

Astri sendiri memiliki seorang putra. Namun ia hamil dari mantan pacarnya yang sudah berkeluarga, memiliki istri dan anak. “Pacarnya kami kenal namun tidak pernah ke rumah. Pacarnya sudah berkeluarga,” cerita Jack.

Astri yang juga sarjana teknik jebolan Politeknik Negeri Kupang, berpacaran dengan Randy sejak SMA. Namun Randy sudah menikah dengan orang lain walau telah menghamili Astri.

Semula Astri bekerja pada sebuah perusahan konsultan namun kemudian berjualan makanan secara online. Saat Astri hamil, penjualan makanan pun ia kurangi hingga melahirkan Lael pada 21 Oktober 2020 lalu.

Korban ditemukan berawal dari terciumnya bau busuk bangkai oleh para pekerja penggalian pipa air di sekitar proyek SPAM Kali Dendeng Kota Kupang akhir pekan lalu.

Saat itu pekerja curiga dengan bau busuk yang semula diduga bangkai binatang. Para pekerja berinisiatif untuk mengangkat dengan menggunakan alat berat (eksavator) namun ternyata berisi dua jenazah manusia.

Kasus penemuan dua mayat tersebut sudah dibuatkan Laporan Polisi nomor LP/B/06/X/2021/Sektor Alak, tanggal 30 Oktober 2021.

Kedua jenazah berjenis kelamin perempuan dewasa dan bayi laki-laki tanpa identitas ditemukan di lokasi penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng di RT 001,RW 001, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (30/10) petang.(Nitano)