Kalabahi, NTTPedia.id – Dinamika politik di Kabupaten Alor kian menghangat seiring mencuatnya isu legitimasi kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi kesehatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, yang sempat mengalami gangguan sejak Juli 2025.
Meski saat ini tengah menjalani masa pemulihan, keterbatasan fisik dan kognitif selama proses penyembuhan menjadi perhatian berbagai pihak.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang, Benyamin Alokafani, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Alor untuk tetap menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban.
Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks, terutama yang disebarkan melalui akun-akun palsu di media sosial,” ujar Benyamin, Sabtu (25/4/2026).
Ia menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Menurutnya, setiap isu yang beredar harus melalui proses penyaringan sebelum ditindaklanjuti.
“Kita perlu memfilter setiap informasi yang beredar. Selain itu, nilai-nilai toleransi yang diwariskan leluhur harus terus kita jaga,” tambahnya.
Benyamin juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung program-program pemerintah daerah yang sedang berjalan guna menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Dukungan masyarakat sangat penting. Tanpa itu, pembangunan di Kabupaten Alor tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Ia berharap situasi yang kondusif dapat terus terjaga sehingga pembangunan daerah tetap berjalan demi kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, perkembangan politik di Kabupaten Alor masih menjadi perhatian publik, terutama terkait kondisi kesehatan bupati dan keberlanjutan kepemimpinan daerah.
Masyarakat pun diimbau untuk mengedepankan persatuan serta menghindari segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas.














