Komitmen Dukung UMKM, BRI Hadirkan Pesta Rakyat Simpedes 2022

- Jurnalis

Kamis, 16 Juni 2022 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, NTTPedia.com,– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menghadirkan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 yang dipersembahkan oleh Tabungan BRI Simpedes. Gelaran acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan pangsa pasar mereka.

 

Acara yang diagendakan pada bulan Juni hingga Desember 2022 ini akan digelar di 379 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari pulau Sumatra hingga pulau Papua. PRS juga akan hadir secara hybrid, yakni offline dan online streaming yang dapat disaksikan melalui Kompas TV dan youtube channel Bank BRI.

 

Dalam keterangannya saat Konferensi Pers, di Gedung Sarinah Thamrin, 14 Juni 2022, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI hadir lewat Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, pemberdayaan UMKM dan menumbuhkan pelaku UMKM, serta memberikan layanan yang utuh kepada seluruh nasabah Tabungan BRI Simpedes.

 

Pada kesempatan yang sama, Supari juga menerangkan bahwa PRS akan menyapa masyarakat dengan menghadirkan layanan keuangan, kesehatan, pesta kuliner, workshop UMKM kreatif bisnis. Selain itu, acara juga diisi dengan panggung hiburan yang diisi oleh penyanyi dan sederet komikus Tanah Air.

 

Dengan mengusung tema “Pede Memimpin Perubahan”, acara Pesta Rakyat Simpedes mengajak seluruh pelaku usaha UMKM di Indonesia untuk percaya diri (Pede) dalam berinovasi dan berbisnis agar dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi perekonomian di Indonesia.

 

Tak hanya itu, PRS juga bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya nasabah Tabungan BRI Simpedes untuk dapat Pede berkarir, Pede berelasi dan Pede dalam mengelola keuangan.

 

Terdapat 11 titik utama dilaksanakannya PRS, diantaranya Malang, Medan, Semarang, Tasikmalaya, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Makassar, Sidoardjo, Denpasar dan Sleman. Kemudian pagelaran territorial di 14 titik yakni, Karawang, Samarinda, Tangerang, Jember, Kediri, Madium, Gresik, Bone, Palu, Bukittinggi, Tegal, Pati, Purwokerto, dan Solo.

 

Sementara itu 354 titik lainnya akan diselenggarakan di tingkat Kantor Cabang BRI yang tersebar di 354 Kota/Kabupaten/Kecamatan.

 

Gelaran PRS akan hadir dengan membawa enam pilar utama yakni, Pasar, Pojok X’sis, Peduli, Pawai, Panen, dan Panggung. Masing-masing dari keenam pilar utama ini menyajikan rangkaian keseruan kegiatan yang berbeda-beda, mulai dari bazar UMKM, area foto, games, penampilan para musisi ternama, hingga workshop yang menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif.(AP)

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Sebut MBG Perkuat Rantai Pasok dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Dua Senyum Merekah, Melki Laka Lena dan SPK Satu Kursi di Kantor Gubernur NTT
SPK Gaspol Konsolidasi, PAN NTT Bidik Tambahan Kursi Strategis di Dapil NTT II
Pemkot Kupang Bantah Undangan Walikota Tel Aviv, Foto Ternyata Rekayasa
3 Jam Terlantar, Penumpang Wings Air Rute Larantuka–Kupang Keluhkan Minimnya Informasi dan Kompensasi
104 Kepsek Dilantik Lebih Dulu, Sisanya Tunggu Lampu Hijau BKN
PA GMNI NTT Perkuat Ekonomi Alumni, UBSP Marhaen Berdikari Gelar RAT Perdana dan Bagi SHU
Rp 96,4 Miliar THR ASN Pemprov NTT Sudah Dicairkan Jelang Idul Fitri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:02 WIB

Simon Petrus Kamlasi Sebut MBG Perkuat Rantai Pasok dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 13:47 WIB

Dua Senyum Merekah, Melki Laka Lena dan SPK Satu Kursi di Kantor Gubernur NTT

Kamis, 9 April 2026 - 21:03 WIB

SPK Gaspol Konsolidasi, PAN NTT Bidik Tambahan Kursi Strategis di Dapil NTT II

Minggu, 5 April 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Kupang Bantah Undangan Walikota Tel Aviv, Foto Ternyata Rekayasa

Jumat, 3 April 2026 - 13:56 WIB

3 Jam Terlantar, Penumpang Wings Air Rute Larantuka–Kupang Keluhkan Minimnya Informasi dan Kompensasi

Berita Terbaru