Kupang, NTTPedia.id – Prajurit TNI AD asal Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT, Kopda Anumerta Satria Tino Taopan menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Kopda Anumerta Satria Tino Taopan merupakan anggota Batalyon 121 Macan Kumbang, yang saat ini ditugaskan sebagai anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan.
Ayah Kopda Anumerta Satria Tino Taopan, Dominggus Taopan mengungkapkan, sebelum anaknya gugur, mereka masih sempat berkomunikasi melalui chat WhatsApp pada pagi hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga beberapa saat kemudian, ia dikabari lagi bahwa anaknya telah gugur akibat ditembak KKB. Ia sempat tidak percaya informasi itu sebab sebelumnya mereka masih sempat berkomunikasi menanyakan kabar.
“Saya dapat informasi dari temannya bahwa Satria sudah tidak bersama kita lagi. Saya sempat tidak percaya,” ungkapnya, Sabtu 10/1/2026).
Menurut Dominggus, proses evakuasi jenazah putranya sempat terkendala cuaca dan keamanan. Ia mendapatkan kabar bahwa proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati lantaran masih adanya KKB di lokasi gugurnya Praka Satria.
Kejadian ini membawa duka mendalam bagi keluarga termasuk Gubernur NTT Melki Laka Lena. Hal ini terlihat saat Ia melayat dan memberikan dukungan kepada keluarga di rumah duka.
“Besok saat pemakaman nanti saya datang lagi,” kata Gubernur Melki Laka Lena kepada kedua orang tua Kopda Anumerta Satria Tino Taopan.
Untuk diketahui, jenazah Kopda Anumerta Satria Tino Taopan diterbangkan dari Timika, Jumat (9/1/2026) pagi dan baru tiba di Bandara El Tari Kupang, pada Sabtu (10/1/2026 dini hari tadi.
Rencananya, jenazah Kopda Anumerta Satria Tino Taopan akan dimakamkan secara militer di taman makam pahlawan (TMP) Dharma Loka Kupang, pada Minggu (11/1/2026) siang.


















