Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menia,NTTPedia.id-Perhimpunan Mahasiswa asal Sabu (PERMASA) Kupang menyatakan sikap tegas dan keprihatinan atas peristiwa penganiayaan yang terjadi akibat antrean Bahan Bakar Minya (BBM) berkepanjangan di SPBU Elode,Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara enggara Timur pada 11 Februari 2026 Lalu.

PERMASA-Kupang menyoroti Peristiwa ini adalah tamparan keras bagi wajah pemerintahan daerah Kabupaten Sabu Raijua. Ketika rakyat dipaksa berdesakan demi mendapatkan BBM, ketika emosi memuncak karena ketidakpastian distribusi, dan konflik pecah di ruang publik, maka yang dipertontonkan bukan sekadar insiden, melainkan bentuk lain dari pada kegagalan pemerintah Daerah .

BBM adalah kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu pemerintah harus benar benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika distribusi tidak terkelola dengan baik, maka yang lahir adalah antrean panjang, ketegangan sosial, dan pada akhirnya rawan terjadi kekerasan antar para pengantri BBM .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta bahwa penganiayaan terjadi di tengah antrean BBM menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak mampu mengantisipasi dan mengendalikan persoalan yang sudah berulang kali dikeluhkan oleh masyarakat.

Ucap Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Asal Sabu ( PERMASA)-Kupang Dominggus Dara pada Media ini Sabtu,14 Februari 2026 dikupang.

“Persoalan BBM di Sabu Raijua hanya di jadikan Jargon kampanye oleh elit politik yang haus akan kekuasaan dari setiap kepemimpinan dari Periode ke Periode tanpa memikirkan solusi untuk memutuskan mata rantai persoalan BBM di Sabu Raijua.”

“PERMASA Kupang menilai Bupati Sabu Raijua gagal menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan solutif. ”

“Rakyat tidak membutuhkan kepemimpinan yang ” Tong Kosong Nyaring Bunyinya” Rakyat membutuhkan kepastian dan solusi .Jika persoalan distribusi BBM yang menjadi kebutuhan vital saja tidak mampu ditata dengan sistem yang jelas, transparan, dan adil, maka wajar publik mempertanyakan arah dan kapasitas pemerintahan saat ini dan Hastag Bupati “Energi Baru untuk Sabu Raijua adalah tagline Hambar tak bermakna.”

PERMAS-Kupang mendesak Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua segera mengambil langkah konkret dengan memperketat pengawasan distribusi serta membangun koordinasi serius bersama Pertamina agar pasokan dan mekanisme pelayanan berjalan tertib dan merata.Pemerintah daerah harus hadir langsung di lapangan, bukan hanya memberikan imbauan setelah konflik terjadi.

Kami juga mengapresiasi langkah cepat dari Polres Sabu Raijua dalam mengamankan situasi dan memproses hukum para pihak yang terlibat. Namun penegakan hukum hanyalah penanganan akibat. Akar persoalan tetap berada pada lemahnya tata kelola pelayanan publik. Tegas ketua umum PERMASA Kupang

Ketua Umum PERMASA-Kupang menegaskan bahwa situasi ini adalah alarm darurat bagi kepemimpinan di Sabu Raijua. Jangan biarkan rakyat terus hidup dalam antrean panjang, ketidakpastian, dan potensi konflik sosial. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh dan segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum krisis kepercayaan publik semakin membesar.

Pembagunan SPBU di mesara sudah di bangun dengan estimasi anggaran biaya pembangunan 1- 2,5 miliar .

Berdasarkan yang beredar bahwa SPBU mesara mulai Januari 2026 sudah bisa beroperasi namun fakta dilapangan sampai sekarang masih ibarat monumen peninggalan zaman prasejarah .Oleh karena Kami meminta kepada bapak Bupati sabu Raijua untuk merealisasikan sesuai janji kampanye dalam menuntaskan persoalan BBM di Sabu Raijua.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa pembenahan yang nyata, maka PERMASA Kupang akan melakukan konsolidasi gerakan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap rel kebijakan pemerintah daerah yang tidak berpihak terhadap kepentingan masyarakat Sabu Raijua.Tandas Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Asal Sabu atau (PERMASA Kupang) Dominggus Dara.(****)

Penulis : Tim Redaksi (Dede)

Berita Terkait

Disupport kementerian kebudayaan Via  Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XVI NTT pegiat & pelestari budaya Sabu Raijua gelar Pameran Cerita Rakyat 
PT Garindo Panen Perdana Garam di Sabu Raijua, Tonggak Menuju Swasembada Garam Nasional
Dugaan Penipuan Riset Car, Leader NTT Ikut Klaim Jadi Korban
Skema Ponzi Digital? Ribuan Warga NTT Jadi Korban Aplikasi Riset Car
Ende Bergetar, Raja Moni, dan 6 Mosalaki Serta Ribuan Masyarakat  Sambut Paket SIAGA
Orang Tua Siswa SMA Penerima Beasiswa Paket SIAGA  di Nagekeo Tersenyum Bahagia
Terima Kasih Pak SPK Yang Jauh Dari Timor Datang Ke Kampung Adat Rendu Nagekeo
Paket SIAGA Bantu Ratusan Dos Keramik Untuk SD Katolik di Ngada

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:04 WIB

Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:24 WIB

Disupport kementerian kebudayaan Via  Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XVI NTT pegiat & pelestari budaya Sabu Raijua gelar Pameran Cerita Rakyat 

Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:51 WIB

PT Garindo Panen Perdana Garam di Sabu Raijua, Tonggak Menuju Swasembada Garam Nasional

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:23 WIB

Dugaan Penipuan Riset Car, Leader NTT Ikut Klaim Jadi Korban

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:18 WIB

Skema Ponzi Digital? Ribuan Warga NTT Jadi Korban Aplikasi Riset Car

Berita Terbaru

Pengamat Pendidikan NTT yang juga Guru Besar Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof. Drs. Tans Feliks, M.Ed., Ph.D, Foto: Fidelis Nong Nogor/Fortuna.press

Opini

Mendorong Pemerintah Lebih Kreatif

Jumat, 13 Feb 2026 - 17:20 WIB