Hujan Deras Picu Banjir di Maukaro, Puluhan Rumah Warga Ende Terendam

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Curah hujan yang tinggi memicu banjir di desa kebiranga, Kecamatan Mau karo, Kabupaten Ende. Foto : Matheus Beri/Savanaparadise.com

Curah hujan yang tinggi memicu banjir di desa kebiranga, Kecamatan Mau karo, Kabupaten Ende. Foto : Matheus Beri/Savanaparadise.com

Ende, NTTPedia.id,- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ende menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Maukaro. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 5 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 Wita.

Dikutip dari Savanaparadise.com, Banjir tersebut melanda dua dusun di wilayah tersebut, yakni Dusun Kotakadhe dan Dusun Nioniba. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Salah seorang warga, Yoria Weso, mengatakan saat kejadian sebagian besar warga sedang tertidur sehingga tidak menyadari air sudah masuk ke dalam rumah.

“Awalnya kami kira hanya hujan angin biasa. Kami baru sadar setelah air sudah masuk ke rumah dan tempat tidur sudah terendam,” ujar Yoria kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, ketika warga menyadari terjadi banjir, mereka langsung keluar rumah. Sebagian barang milik warga tidak sempat diselamatkan dan ikut terendam bahkan terbawa arus.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serta bantuan bagi warga yang terdampak banjir, terutama kebutuhan pokok yang rusak akibat terendam air.

Kepala Dusun Kotakadhe, Thadeus N. Kopo, menjelaskan banjir diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Di dusunnya, sekitar 20 rumah warga terdampak banjir.

Foto : Matheus Beri/Savanaparadise.com

Selain di Kotakadhe, banjir juga melanda Dusun Nioniba. Warga di dusun tersebut juga panik karena air datang secara mendadak dan merendam rumah serta halaman warga.

“Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kami berharap pemerintah bisa turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Nioniba, Baim, mengatakan banjir di wilayahnya merendam hampir 90 rumah warga. Ketinggian air bahkan mencapai hampir satu meter dan masuk ke dalam rumah.
Akibatnya banyak perabot rumah tangga, bahan makanan, serta barang milik warga ikut terendam lumpur.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kebirangga belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.(AP)

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Berita Terbaru