Perkuat Ketahanan Mental Mahasiswa, Undana  Jalin Kolaborasi Global

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kolaborasi global bersama Yayasan Kerjasama Perdamaian dan Akademik Indonesia (YKPAI) dan Mennonite Central Committee (MCC). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan resiliensi atau ketahanan mental mahasiswa dan dosen di tengah dinamika serta tekanan dalam dunia pendidikan tinggi.

 

Dikutip dari laman resmi Undana, Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi langkah strategis Undana dalam menghadirkan sistem dukungan kesehatan mental di lingkungan kampus.

 

Melalui kerja sama ini, Undana tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang memberi perhatian pada kesejahteraan psikologis sivitas akademika.

 

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa ketangguhan mental merupakan fondasi penting bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik secara berkelanjutan.

 

“Kesehatan mental bukan lagi isu sampingan. Di era yang penuh ketidakpastian ini, kami ingin memastikan mahasiswa Undana memiliki ‘ketahanan mental’ yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan akademik maupun persoalan pribadi,” kata Prof. Jefry seperti dikutip dari Dikutip dari undana.ac.id, Kamis, 05/03/2026.

 

Berbeda dengan pendekatan klinis yang hanya berfokus pada penanganan masalah, program kolaboratif ini lebih menekankan upaya preventif. Mahasiswa akan dibekali berbagai keterampilan, seperti kemampuan mengelola stres, regulasi emosi, serta kemampuan bangkit dari kegagalan akademik maupun persoalan pribadi.

 

Ketua Tim Health Promoting Unit (HPU) Undana, Nicholas E. Handoyo, menjelaskan bahwa universitas juga sedang mempersiapkan pembentukan tim kesehatan mental khusus di lingkungan kampus.

 

“Sebagai bentuk keseriusan universitas, Undana kini sedang dalam proses membentuk Tim Kesehatan Mental yang akan melibatkan tenaga ahli serta dosen pembimbing akademik yang dilatih untuk mendeteksi secara dini gejala kecemasan atau depresi pada mahasiswa,” jelasnya.

 

Selain itu, sinergi dengan YKPAI dan MCC juga mencakup pelatihan peer counselor atau konselor sebaya. Melalui program ini, mahasiswa dilatih menjadi pendamping bagi rekan-rekannya yang membutuhkan tempat berbagi cerita dan dukungan emosional.

 

Pendekatan ini dinilai efektif karena mahasiswa cenderung lebih terbuka untuk berbicara dengan teman sebaya sebelum mencari bantuan profesional.

 

Undana menilai tekanan akademik serta ekspektasi terhadap masa depan karier menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kerentanan mental mahasiswa. Karena itu, kampus berupaya membangun sistem dukungan yang terintegrasi agar mahasiswa dapat menjalani proses belajar secara sehat dan produktif.

 

Melalui program ini, Undana juga menargetkan terciptanya lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental sekaligus menekan angka putus studi yang disebabkan oleh tekanan psikologis.

 

Ke depan, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam ekosistem pendidikan tinggi. Dengan dukungan mitra nasional dan internasional, Undana berharap mahasiswa tidak hanya lulus sebagai tenaga ahli yang kompeten, tetapi juga sebagai individu yang tangguh secara mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. (Ing/AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru