Melki-Johni Hadirkan SMA di Pulau Terpencil Alor, Anak-anak Tak Lagi Bertaruh Nyawa ke Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kamis,  07/05/2026,  Foto : Duka Adang

Peresmian dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kamis, 07/05/2026, Foto : Duka Adang

Kalabahi, NTTPedia.id,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma terus memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah kepulauan. Salah satunya melalui pembukaan SMA kelas jauh di Pulau Ternate, Kabupaten Alor.

 

Kehadiran sekolah tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menginginkan layanan pendidikan menengah lebih dekat dan mudah dijangkau oleh anak-anak di wilayah pulau.

Hal ini selaras dengan program pendidikan dalam Dasa Cita (10 Program Prioritas) Melki –  Johni yang dirancang untuk mewujudkan NTT Cerdas melalui pemerataan akses dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peresmian dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kamis, 07/05/2026, ditandai dengan pembukaan papan nama sekolah dan peninjauan ruang belajar yang telah dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

 

Ambrosius mengatakan selama ini para pelajar usia SMA di Pulau Ternate harus menyeberang laut menuju Kalabahi untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta gelombang tinggi kerap menjadi hambatan serius bagi siswa untuk tetap bersekolah.

 

” Saya merasakan sendiri saat menyeberang tadi. Gelombangnya cukup besar. Bayangkan kalau anak-anak harus menghadapi perjalanan seperti itu setiap hari hanya untuk pergi sekolah,” kata Ambrosius.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo ketika menumpang perahu ke Pulau Ternate, Kabupaten Alor

 

Menurutnya situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian anak memilih berhenti sekolah dan membantu orang tua bekerja di laut maupun kebun.

 

Karena itu, pemerintah menghadirkan SMA kelas jauh agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menempuh perjalanan laut.

 

” Sekarang bukan lagi anak-anak yang harus bertaruh nyawa menyeberang laut untuk sekolah, tetapi pemerintah yang menghadirkan pendidikan lebih dekat kepada mereka,” ungkap Ambrosius.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Pulau Ternate yang menunjukkan kepedulian besar terhadap pendidikan dengan membangun ruang kelas secara mandiri. Semangat gotong royong tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam pembangunan pendidikan di wilayah kepulauan.

 

Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan berjalan melalui sistem kelas jauh yang menginduk pada SMA Negeri Restorasi Haimuli. Pemerintah Provinsi NTT juga berkomitmen menyiapkan tenaga pendidik untuk mendukung proses pembelajaran.

Ke depan, sekolah tersebut ditargetkan dapat berkembang menjadi SMA Negeri mandiri apabila jumlah siswa terus bertambah dan seluruh persyaratan operasional terpenuhi.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Fredik Laha mengatakan pemerintah daerah siap memperkuat kolaborasi dengan Pemprov NTT demi memperluas layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan sekolah tersebut agar semakin banyak anak di Pulau Ternate dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Alor Barat Laut Aleng Alelang, Korwas Dikmen Lorens Sarat, para kepala sekolah, pengawas pendidikan serta tokoh masyarakat setempat. (Mekos)

Berita Terkait

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti
PA GMNI NTT Kembali Gerakkan Aksi Kemanusiaan, Kini untuk Korban Gempa Sumba
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Ada Korban Jiwa
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, Rumah, Gereja hingga Kuburan Dilaporkan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07 WIB

BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti

Berita Terbaru