Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gedung GKS Wee Rame Kacokko, Gereja Modular Pertama di Sumba

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI,  Simon Petrus Kamlasi (SPK ketika meresmikan Gereja Kristen Sumba Wee Rame di  Sumba Barat Daya

Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK ketika meresmikan Gereja Kristen Sumba Wee Rame di Sumba Barat Daya

Tambolaka, NTTPedia.id,- Jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Wee Rame Kacokko akhirnya merasakan sukacita setelah doa dan harapan untuk memiliki gedung gereja yang representatif terwujud. Pada Minggu, 17/05/2026, gereja modular milik jemaat di Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) diresmikan dan mulai digunakan.

 

Gereja modular tersebut merupakan bantuan dari Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK). Bangunan itu menggunakan konsep portable yakni gereja yang dibangun dari komponen atau modul yang dirakit bukan dikerjakan sepenuhnya di lokasi seperti konstruksi konvensional. Gereja modular ini sangat cocok untuk wilayah rawan bencana atau di daerah pedalaman.

 

Modul-modul bangunan diproduksi lebih dulu kemudian dibawa ke lokasi untuk dipasang menjadi bangunan utuh. Model ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan efisien, terutama di wilayah yang akses material dan pengerjaannya terbatas.

 

Gereja modular yang dibangun untuk Jemaat Kacokko ini juga tercatat sebagai yang pertama di negeri 1001 kuda ini.

 

Peresmian dilakukan langsung oleh SPK bersama istri, Esther Meliany Siregar Kamlasi. Dalam prosesi tersebut, keduanya membuka selubung papan nama gereja dan menggunting pita sebagai tanda gereja resmi digunakan.

 

Momen itu disambut dengan sukacita oleh jemaat yang hadir. Kebahagiaan terlihat di wajah warga karena bangunan yang selama ini hanya menjadi harapan akhirnya berdiri dan dapat dipakai untuk beribadah.

 

Suasana haru mewarnai kegiatan sejak awal acara. Sejumlah ibu jemaat dan kaum muda menampilkan teatrikal yang menggambarkan perjalanan panjang Jemaat Kacokko dalam memperjuangkan kehadiran rumah ibadah yang layak.

 

Melalui pementasan tersebut, jemaat menceritakan kehidupan mereka yang selama ini beribadah dalam keterbatasan sambil terus menyimpan harapan agar suatu saat memiliki gereja sendiri. Bagi banyak jemaat, cerita itu merefleksikan pengalaman yang mereka alami selama bertahun-tahun.

 

Kisah bantuan gereja bermula dari pertemuan SPK dengan eks Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka. Dalam pertemuan itu, Christian menyampaikan kebutuhan Jemaat Kacokko yang belum memiliki gedung gereja yang memadai. Permintaan tersebut kemudian direspons SPK dengan menghadirkan gereja portable sebagai hadiah Natal 2025.

 

Dalam sambutannya, SPK mengaku dirinya langsung menyetujui permintaan tersebut meski saat itu belum memiliki persiapan dana.

 

” Saat itu Pak Christian Taka meminta gereja ini. Saya langsung iyakan. Padahal saya dan istri sebenarnya tidak punya simpanan untuk membangun ini. Tetapi karena saya sudah mengiyakan, maka dengan doa dan harapan yang kuat saya percaya pasti bisa bersama teman-teman,” ujarnya.

SPK foto bersama didepan Gereja GKS Wee Rame Kacokko, Sumba Barat Daya

SPK berharap gereja portable tersebut dapat menunjang ibadah mingguan, persekutuan jemaat, serta pelayanan gerejawi di Kacokko. Menurutnya, kehadiran gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik tetapi juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan pertumbuhan iman jemaat.

 

Sebelum peresmian, para remaja jemaat membacakan sejarah berdirinya GKS Wee Rame. Dalam pembacaan itu disampaikan perjalanan awal pelayanan jemaat di Kacokko, termasuk perjuangan warga menjaga persekutuan di tengah keterbatasan fasilitas.

 

SPK menilai langkah tersebut penting agar generasi muda tetap mengenal sejarah gereja. Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat anak-anak jemaat melupakan perjalanan iman dan pengorbanan para pendahulu.

 

Bantuan untuk GKS Wee Rame menambah daftar dukungan SPK terhadap pembangunan rumah ibadah modular di NTT. Sebelumnya, ia juga membantu pembangunan kapela portable di Manggarai Barat, Flores Timur dan Lembata.(AP)

Berita Terkait

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti
PA GMNI NTT Kembali Gerakkan Aksi Kemanusiaan, Kini untuk Korban Gempa Sumba
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Ada Korban Jiwa
Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07 WIB

BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti

Berita Terbaru