Ende, NTTPedia.id,- Sebanyak 63 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) gabungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Ende menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar di Kota Ende, 1 Juni 2026.
Para anggota Paskibraka yang berasal dari berbagai kabupaten di NTT mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih di Ende, kota yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan lahirnya Pancasila.
Salah satu anggota Paskibraka asal Kabupaten Sumba Tengah, Larisa Pawolung Tuan, siswi SMA Kristen Waikabakul yang dipercaya sebagai pembawa baki, mengungkapkan rasa bangga dan harunya karena terpilih menjalankan tugas tersebut.
“Saya sangat bangga dan terharu karena bisa dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara Hari Lahir Pancasila. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujarnya.
Larisa berharap masyarakat, khususnya generasi muda di Sumba Tengah, dapat semakin memahami makna Hari Lahir Pancasila dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa yang telah mewariskan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi penerus.
Ia menjelaskan bahwa proses latihan berjalan cukup baik karena sebagian besar peserta merupakan alumni Paskibraka yang telah memiliki pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan sebelumnya.
“Pada hari pertama kami melakukan penyegaran kembali terhadap seluruh gerakan yang pernah kami pelajari. Syukurnya teman-teman masih mengingat dengan baik sehingga kesalahan yang terjadi tidak terlalu banyak,” katanya.
Menurut Larisa, selain menjaga kondisi fisik dan kesehatan, kesiapan mental juga menjadi hal penting yang terus dibangun selama masa latihan. Jauh dari keluarga dan menjalani pola kehidupan yang disiplin menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh peserta.
Sementara itu, Umbut Tungu Jamah, anggota Paskibraka asal Kabupaten Sumba Timur yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan (Danton) pagi, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
“Menjadi danton tentu cukup menantang, tetapi juga menyenangkan karena saya dipercaya untuk memimpin dan mengayomi teman-teman dalam pasukan. Kunci utamanya adalah membangun disiplin dan chemistry yang baik agar seluruh anggota dapat mengikuti setiap aba-aba dengan maksimal,” ujarnya.
Ia mengaku bangga dapat mewakili Kabupaten Sumba Timur dalam momentum nasional yang berlangsung di Kota Ende. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus motivasi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik.
Umbut juga berharap pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan Paskibraka yang dinilai efektif membentuk karakter, disiplin, serta jiwa kepemimpinan.
“Kami berharap akan lahir lebih banyak generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme dan mampu mengharumkan nama daerah seperti yang sedang kami perjuangkan saat ini,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumba Timur yang selama ini memberikan dukungan terhadap proses seleksi dan pembinaan Paskibraka.
Hal senada disampaikan Muhammad Fadlan Aroman yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan sore. Menurutnya, hubungan antaranggota Paskibraka dari berbagai daerah di NTT terjalin dengan baik selama masa pemusatan latihan.
“Kami sudah saling mengenal sejak awal. Selain latihan bersama, kami juga sering bercanda dan saling mendukung. Jika ada teman yang sakit, semuanya langsung mendapat perhatian dari tenaga kesehatan yang telah disiapkan panitia,” tuturnya.
Fadlan juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten yang datang ke Ende untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Lahir Pancasila.
“Selamat datang di Kota Pancasila. Semoga semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila yang kami pelajari di sini dapat terus dibawa pulang ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Margaret Natasya, siswi SMAK Syuradikara Ende yang bertugas sebagai anggota pasukan pengibar bendera, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan Paskibraka setelah beberapa bulan tidak menjalani latihan intensif.
“Saya merasa sangat bangga karena bisa kembali mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan pengalaman berharga, saya juga bisa bertemu dan menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai kabupaten di NTT,” katanya.
Margaret berharap masyarakat Kabupaten Ende terus memberikan dukungan kepada para anggota Paskibraka, baik yang bertugas saat ini maupun generasi penerus di masa mendatang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai Pancasila.
“Kami berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan seluruh masyarakat terus mendukung pembinaan generasi muda melalui Paskibraka karena kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Para anggota Paskibraka juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan para pelatih yang selama ini memberikan dukungan penuh selama proses latihan berlangsung. Menurut mereka, doa, kepercayaan, dan dukungan keluarga menjadi sumber motivasi utama dalam menjalani seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan tugas pada Hari Lahir Pancasila.(Jack)







