SPMB 2026 NTT Buka Kesempatan Lebih Luas bagi Murid Berprestasi dan Keluarga Tidak Mampu

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 19:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. (Foto : Bakti)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. (Foto : Bakti)

Kupang, NTTPedia.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Melalui sistem ini, pemerintah Povinsi NTT dibawah kepemimpinan Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma berupaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi peserta didik berprestasi, keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perlakuan afirmatif.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan SPMB 2026 dirancang untuk memastikan seluruh warga usia sekolah memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

 

” Tujuan SPMB yang pertama adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga usia sekolah untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Kedua, memberikan akses bagi keluarga tidak mampu, penerima afirmasi pendidikan menengah, anak buruh dari keluarga tidak mampu, dan penyandang disabilitas. Ketiga, menjaring murid baru yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik,” kata Ambrosius.

 

Selain itu, lanjut Ambrosius, SPMB juga memberikan kesempatan bagi anak guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik berkebutuhan khusus melalui jalur mutasi serta pendidikan inklusif.

 

Menurutnya, pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan sehingga seluruh proses penerimaan murid baru dapat berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Untuk jenjang SMA, penerimaan murid baru dilakukan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Calon peserta didik hanya diperkenankan memilih satu sekolah tujuan pada saat pendaftaran.

 

Sementara pada jenjang SMK, penerimaan dilakukan melalui jalur umum, afirmasi, dan mutasi bagi anak guru atau tenaga kependidikan. Pada jenjang ini, peserta hanya dapat memilih satu kompetensi keahlian pada satu sekolah.

 

Adapun untuk jenjang SLB, pendaftaran dilakukan langsung di sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah juga dapat melakukan penjaringan peserta didik sesuai mekanisme yang ditetapkan.

 

Ambrosius menjelaskan pemerintah tetap memberikan ruang yang besar bagi masyarakat melalui jalur domisili. Pada jenjang SMA, kuota jalur domisili ditetapkan paling sedikit 50 persen dari total daya tampung sekolah. Kuota afirmasi sebesar 15 persen, kuota prestasi maksimal 30 persen, dan kuota mutasi maksimal 5 persen.

 

” Khusus jalur prestasi, kuota tersebut terdiri dari 25 persen untuk prestasi akademik dan 5 persen untuk prestasi non-akademik. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap peserta didik yang memiliki capaian di bidang akademik maupun bidang lainnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, pada jenjang SMK tersedia kuota afirmasi sebesar 15 persen dan kuota mutasi sebesar 5 persen. Sisanya dialokasikan melalui jalur umum. Apabila kuota khusus tidak terpenuhi, maka dapat dialihkan sesuai ketentuan dalam petunjuk teknis.

 

Ketua Panitia SPMB Provinsi NTT, Martina Hartini Bere, menjelaskan calon peserta didik wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum sebelum mendaftar. Di antaranya memiliki ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) SMP, MTs, SMPLB atau bentuk lain yang sederajat serta berusia paling tinggi 21 tahun pada 1 Juli 2026.

 

Khusus jalur domisili, peserta wajib menggunakan Kartu Keluarga asli yang telah diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum pelaksanaan pendaftaran dan tidak diperkenankan menggunakan surat keterangan domisili.

 

” Dokumen yang perlu disiapkan antara lain ijazah atau SKL, Kartu Keluarga, pasfoto terbaru, dan nomor telepon yang masih aktif. Untuk jalur afirmasi harus melampirkan dokumen pendukung seperti PKH, KIP, KKS atau KPS, sedangkan jalur prestasi wajib melampirkan piagam atau sertifikat penghargaan,” ujar Martina yang juga kepala UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini.

Ketua Panitia SPMB, Martina Hartini Bere

Ia menambahkan peserta jalur mutasi wajib menyertakan surat keterangan pindah tugas orang tua atau wali beserta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan.

 

Pendaftaran SPMB dilakukan secara daring melalui laman ntt.spmb.id maupun secara luring sesuai mekanisme yang ditetapkan sekolah. Tahapan pelaksanaannya meliputi pendaftaran, verifikasi berkas, pengumuman hasil seleksi, dan daftar ulang.

 

Untuk SMA Tahap I, pendaftaran dibuka pada 17 hingga 19 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi pada 20 Juni 2026, dan daftar ulang pada 22 hingga 23 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran SMK Tahap I berlangsung pada 24 hingga 26 Juni 2026.

 

Sementara itu, SPMB SMA dan SMK Tahap II akan dilaksanakan pada 1 hingga 2 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 3 Juli 2026 dan daftar ulang pada 4 hingga 6 Juli 2026. Proses verifikasi untuk SMA, SMK, dan SLB berlangsung sejak 17 Juni hingga 2 Juli 2026.

 

Martina mengingatkan seluruh calon peserta didik untuk memastikan data dan dokumen yang diunggah sesuai dengan persyaratan. Peserta yang dinyatakan lulus namun tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal akan dianggap mengundurkan diri.

 

Martina menambahkan tahun ajaran baru 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2026.(AP)

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru