ASN dan PPPK Dinas Pendidikan NTT Jadi Motor Penggerak Sukseskan Edaran Gubernur tentang GAMAS

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,– Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi motor penggerak pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Kepala UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Martina Hartini Bere, mengatakan seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan NTT yang telah memiliki anak usia sekolah turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan mengantar anak mereka ke sekolah pada hari pertama masuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Menurut Hartini, partisipasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen dalam memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak sejak dini. Kehadiran ayah pada momen hari pertama sekolah tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, tetapi juga menjadi sumber motivasi serta semangat dalam memulai proses belajar di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan GAMAS di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT mengacu pada Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor BU.400.2.5.1/01/DP3AP2KB/2026 tanggal 1 Juli 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Melalui surat edaran tersebut, seluruh perangkat daerah diimbau memberikan dukungan kepada ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah agar berpartisipasi aktif dalam kedua gerakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa GAMAS merupakan gerakan yang bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

” Momentum hari pertama sekolah sangat penting bagi setiap anak. Kehadiran seorang ayah tidak hanya sebatas mengantar ke sekolah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan, kasih sayang, dan motivasi yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat belajar anak,” ujar Ambrosius.

Ia menambahkan, ASN dan PPPK harus menjadi teladan dalam membangun budaya pengasuhan yang melibatkan peran aktif seorang ayah. Karena itu, Disdikbud NTT mendukung penuh pelaksanaan GAMAS dan mengajak seluruh pegawai, khususnya para ayah yang memiliki anak usia sekolah, untuk ikut menyukseskan gerakan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan GAMAS, Pemerintah Provinsi NTT menyesuaikan jadwal Apel Bersama pada Senin, 13 Juli 2026 menjadi pukul 08.00 WITA. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada para ayah untuk mengantar anak ke sekolah terlebih dahulu. Meski demikian, seluruh ASN tetap diwajibkan melakukan perekaman kehadiran secara daring sesuai ketentuan dengan batas waktu hingga pukul 07.30 WITA.

Ambrosius berharap keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak berhenti pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan keluarga.

” Keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Kehadiran dan perhatian orang tua, khususnya ayah, memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan masa depan anak. Saya berharap ASN dan PPPK Disdikbud NTT menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengimplementasikan gerakan ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) merupakan gerakan yang mendorong para ayah hadir mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk dukungan emosional, memperkuat ikatan antara ayah dan anak, serta menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dalam keluarga.

Sementara itu, Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) mengajak para ayah hadir saat pembagian rapor untuk berdialog langsung dengan guru, mengetahui perkembangan akademik maupun karakter anak, serta terlibat aktif dalam proses pendidikan anak.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru