Karnaval Budaya Jamda X Pramuka NTT Libatkan 5.000 Peserta, Gerakkan UMKM dan Suarakan Isu Sosial Daerah

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Ribuan anggota Gerakan Pramuka memadati ruas-ruas jalan Kota Kupang dalam Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026, Jumat (1/8). Mengambil rute dari Rumah Jabatan Gubernur NTT hingga berakhir di Saboak Taman Nostalgia, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi ruang penyampaian berbagai pesan sosial.

 

Karnaval yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA tersebut melibatkan sekitar 5.000 peserta. Mereka terdiri atas kontingen dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari Gugus Depan (Gudep) se-Kota Kupang.

 

Sepanjang rute karnaval, ribuan masyarakat turut memadati sisi jalan untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, hingga berbagai atraksi kreatif dari masing-masing kontingen.

 

Kehadiran ribuan peserta dan penonton memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Titik akhir kegiatan di Saboak Taman Nostalgia berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan meningkatnya transaksi di lapak-lapak kuliner, kriya, serta jajanan lokal.

 

Tidak hanya pedagang, pelaku jasa transportasi dan pengelola parkir di sekitar lokasi juga merasakan peningkatan pendapatan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.

 

“Karnaval budaya ini membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT.

 

Selain mengangkat keberagaman budaya dari seluruh daerah di NTT, setiap kontingen juga memanfaatkan momentum karnaval untuk mengampanyekan berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat.

 

Pesan-pesan yang diusung meliputi pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, peningkatan literasi digital, serta upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

 

Para peserta juga mengangkat isu pencegahan stunting, perlindungan anak, ketahanan pangan berbasis potensi lokal, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman sebagai modal pembangunan NTT yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Melalui kreativitas dalam memadukan budaya dengan pesan-pesan sosial, para anggota Pramuka menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang menarik dan mudah dipahami.

 

Setibanya di Saboak Taman Nostalgia, rombongan karnaval disambut Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus memperkenalkan Saboak sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Kota Kupang.

 

Serena juga berpesan agar Jambore Daerah tidak hanya meninggalkan kenangan indah bagi para peserta, tetapi juga mampu membentuk karakter, integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

 

Jambore Daerah X Gerakan Pramuka NTT 2026 merupakan agenda lima tahunan yang menjadi wadah pembinaan Pramuka Penggalang se-Nusa Tenggara Timur. Dengan mengusung semangat kemandirian, kebudayaan, dan kepedulian sosial, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan global, serta tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru