Tumpahan MFO Cemari Pesisir Semau, Polda NTT Kawal Proses Pembersihan

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur memastikan penanganan tumpahan minyak di perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, terus dilakukan bersama berbagai instansi terkait.

Tumpahan minyak tersebut diduga berasal dari proses pengangkatan bangkai KM Kuala Emas.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) setelah menerima informasi adanya dugaan pencemaran laut di wilayah tersebut.

“Begitu menerima informasi terkait dugaan pencemaran laut, personel Ditpolairud langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan sumber kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan,” ujarnya.

Hasil pulbaket menunjukkan tumpahan minyak berdampak pada sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Semau, yakni Desa Hansisi, Uiasa, Huilelot, Onansila, Uitiuh Ana, Akle, Naikean, Letbaun, dan Batuinan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden terjadi saat proses pengangkatan bangkai KM Kuala Emas yang dikerjakan oleh konsorsium pelaksana pekerjaan bawah air menggunakan Crane Barge Hong Bang 6.

Sebelum kejadian, proses pemotongan beberapa bagian kapal telah dilakukan tanpa ditemukan indikasi kebocoran.

Namun, pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 12.05 WITA, saat pemotongan dilakukan pada bagian lambung kiri kapal di antara Palka 2 dan Palka 3, terjadi kebocoran yang menyebabkan keluarnya minyak yang diduga merupakan Marine Fuel Oil (MFO).

Menurut pihak kontraktor, titik kebocoran berada di luar perkiraan teknis karena bagian yang dipotong sebelumnya diperkirakan merupakan tangki balas kapal yang tidak dilalui jalur bahan bakar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait segera melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah meluasnya pencemaran.

“Prioritas utama saat ini adalah mengendalikan dan membersihkan tumpahan minyak agar tidak berdampak lebih jauh terhadap lingkungan laut, aktivitas masyarakat pesisir, maupun ekosistem di wilayah Semau,” kata Irwan.

Dalam upaya penanganan, PT Nusantara Salvage Indonesia menambah armada pembersihan dari dua menjadi empat unit perahu.

Selain itu, dilakukan pemasangan oil boom, penggunaan oil absorbent pads, penyemprotan oil dispersant, serta penyedotan minyak yang terperangkap di sekitar lokasi kejadian.

Hingga saat ini, sekitar lima hingga enam ton tumpahan minyak berhasil diamankan dari area terdampak.

Pembersihan juga dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat di sejumlah titik pesisir, mulai dari Hansisi, Pelabuhan Ferry Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.

Ditpolairud Polda NTT juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Semau, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan berlangsung optimal.

Selain itu, penyisiran melalui jalur laut maupun darat terus dilakukan untuk memantau kemungkinan sebaran minyak di wilayah pesisir lainnya.

“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Penyisiran lanjutan dilakukan pada titik-titik pesisir yang berpotensi terdampak guna memastikan proses pembersihan berjalan efektif,” tegasnya.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat pesisir agar tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan sisa-sisa tumpahan minyak di kawasan pantai maupun perairan sekitar.

Sementara itu, pihak kontraktor masih melakukan investigasi teknis untuk memastikan sumber pasti kebocoran Marine Fuel Oil (MFO), sambil melanjutkan upaya mitigasi dan pembersihan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Polda NTT menegaskan akan terus mengawal proses penanganan hingga kondisi perairan Pulau Semau kembali normal dan aman bagi masyarakat maupun ekosistem laut.

Berita Terkait

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan
Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:47 WIB

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Berita Terbaru