Kota Kupang, NTTPedia.id – Sebanyak 36 Calon Siswa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Casis Paskibraka) Kota Kupang Tahun 2026 resmi dilepas untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Desa Bahagia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai proses pembentukan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Pelepasan ditandai dengan Apel Tantingan yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (5/8).
Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang, Nocenus Loa, beserta jajaran, sementara Briptu Aco Anas Fardila bertindak sebagai pemimpin apel.
Dalam amanatnya, Hengky menegaskan bahwa pemusatan latihan di Desa Bahagia tidak hanya bertujuan mempersiapkan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter para peserta agar menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
“Hari ini bukan sekadar awal dari sebuah pemusatan latihan. Hari ini adalah awal dari sebuah proses pembentukan karakter,” ujar Hengky.
Ia mengingatkan bahwa kehormatan mengenakan seragam Paskibraka harus diimbangi dengan tanggung jawab besar.
Menurutnya, mengibarkan Sang Merah Putih hanya berlangsung beberapa menit, namun menjadi pribadi yang layak mengemban tugas tersebut membutuhkan proses panjang yang dibangun melalui kedisiplinan, integritas, dan konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.
“Seragam Paskibraka bukan tanda bahwa seseorang lebih hebat dari yang lain. Seragam ini adalah pengingat bahwa tanggung jawab yang dipikul juga lebih besar. Karena itu, jagalah sikap, perkataan, dan tindakan kalian, baik selama pelatihan maupun setelah tugas selesai,” pesannya.
Hengky juga mengajak seluruh Casis Paskibraka untuk menjunjung tinggi semangat kebersamaan, saling mendukung, tidak berlomba mencari perhatian, serta menerima setiap arahan dan koreksi dari pelatih sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Kepada para pelatih dan pembina, ia berharap proses pembinaan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan ketegasan dan ketulusan, sehingga para peserta tidak hanya sukses menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Menutup amanatnya, Hengky berharap seluruh Casis Paskibraka mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Bangsa yang kuat tidak hanya dibangun oleh orang-orang yang pintar, tetapi oleh orang-orang yang berkarakter. Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Desa Bahagia. Jaga kesehatan, bangun kebersamaan, dan berikan yang terbaik untuk Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia,” pungkasnya.







