Tiga NTT Mart Baru Hadir di Kupang, PT Flobamor Bidik Penguatan Produk UMKM NTT

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Tiga NTT Mart baru akan hadir di Kota Kupang pada September 2026. Pengembangan jaringan pemasaran ini menjadi salah satu lini bisnis PT Flobamor (Perseroda) untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM NTT.

 

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor (Perseroda), Leonardo A.R. Waleng, mengatakan pihaknya dalam dua bulan terakhir telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk UMKM di NTT untuk memastikan produk yang dipasarkan memiliki kualitas dan daya saing.

 

” Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT dapat diwujudkan secara maksimal, dan untuk itu kami melakukan kurasi produk berbagai UMKM dalam dua bulan terakhir. Dengan cara ini produk UMKM diharapkan tidak dipandang sebelah mata, tetapi mampu menunjukkan daya saing,” ujar Leonardo dalam jumpa pers bersama awak media, Kamis, 13/08/2026.

 

Menurut Leonardo, tiga NTT Mart baru tersebut akan beroperasi di sejumlah lokasi di Kota Kupang. NTT Mart pertama akan berlokasi di Jalan Basuki Rahmat yang berada di kawasan kantor gubernur lama. Gerai kedua adalah NTT Mart Perikanan yang terletak di kawasan pelabuhan perikanan, sedangkan gerai ketiga akan berlokasi di dalam kompleks Kantor Gubernur NTT.

 

Saat ini, NTT Mart di Kota Kupang yang berada di depan Kantor Pos, Jalan Palapa, merupakan satu-satunya NTT Mart yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT.

 

Untuk mendukung pemasaran produk makanan UMKM di NTT, PT Flobamor juga akan mengembangkan Food Lab atau Food Laboratory. Fasilitas ini diarahkan untuk menjaga kualitas produk sekaligus mendukung pemenuhan aspek kehalalan.

 

Pengembangan Food Lab tersebut dilakukan melalui kerja sama PT Flobamor dengan Uma Kanaru Institute.

 

“Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” kata Angge Kandidatus, Manager UMKM PT Flobamor (Perseroda).

 

Pengembangan NTT Mart menjadi bagian dari tiga fokus utama bisnis PT Flobamor (Perseroda) pada 2026. Hal tersebut merupakan bagian dari delapan rencana bisnis yang diajukan direksi dan telah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT serta DPRD Provinsi NTT.

 

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor (Perseroda), Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan dalam sisa waktu 2026, perusahaan akan memusatkan perhatian pada tiga lini usaha dengan mengoptimalkan aset yang tersedia sekaligus membenahi tata kelola perusahaan.

 

” Dalam sisa waktu tahun 2026 direksi PT Flobamor (Perseroda) akan fokus pada tiga lini usaha ini, dan kami ingin memastikan agar lewat rencana bisnis berbasis aset yang ada, dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami ingin memastikan agar dengan ruang waktu sedikit ini, kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” katanya.

 

Selain pengembangan NTT Mart, PT Flobamor juga menempatkan sektor perhotelan dan perkapalan sebagai bagian dari fokus bisnis perusahaan.

 

Di sektor perhotelan, PT Flobamor sejak 27 Juli 2026 resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando. Sebelumnya, pengelolaan hotel tersebut diserahkan kepada anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.

 

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan tim transisi saat ini sedang memastikan akuntabilitas dan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh fasilitas Hotel Sasando.

 

” Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” kata Yose.

 

Menurut Yose, seluruh karyawan Hotel Sasando juga diajak berdialog secara intensif untuk mendengarkan masukan dan harapan mereka.

 

Hotel Sasando merupakan salah satu aset milik Pemerintah Provinsi NTT yang memiliki sejarah panjang dalam industri perhotelan di Kota Kupang. Hotel tersebut pernah mengalami masa kejayaan pada era 1980-an hingga 1990-an sebelum bermunculan hotel-hotel berbintang lainnya.

 

Dengan pembenahan manajemen dan dukungan penyertaan modal melalui APBD Provinsi NTT, Hotel Sasando diharapkan kembali menjadi salah satu sumber pendapatan bagi PT Flobamor sekaligus berkontribusi terhadap PAD.

 

Di sektor perkapalan, PT Flobamor bertekad kembali menghidupkan lini usaha tersebut melalui pengoperasian KMP Sasando. Kapal berkapasitas 76 orang itu direncanakan melayani rute Kupang-Semau sebanyak delapan kali sehari.

 

Pengoperasian KMP Sasando diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat Pulau Semau, termasuk pelajar dan pegawai, sekaligus membuka peluang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.

 

Rencana itu mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yos Lede disebut mendukung penyediaan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang mendukung pengembangan pariwisata Pulau Semau.

 

KMP Sasando juga dapat mengangkut puluhan sepeda motor maupun dua mobil dalam sekali perjalanan.

 

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, mengatakan perusahaan belajar dari persoalan yang terjadi pada periode sebelumnya dalam pengelolaan bisnis perkapalan.

 

“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor (Perseroda) bertekad untuk memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital, agar mencegah kebocoran,” ujar Frans.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dominggus Elcid Li, mengatakan pembenahan perusahaan tidak hanya dilakukan melalui pengembangan lini usaha, tetapi juga melalui penataan struktur dan evaluasi terhadap anak perusahaan.

 

Perubahan struktur tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Januari 2026 untuk merampingkan enam anak perusahaan dan melakukan audit menyeluruh.

 

Menurut Dominggus, pada masa lalu pendirian anak perusahaan tidak didahului feasibility study yang memadai dan tidak didukung tata kelola korporasi yang kuat. Kondisi tersebut membuat modal perusahaan induk terbuang, utang membengkak dan PT Flobamor mengalami kondisi mati suri.

 

Karena itu, perusahaan kini membuka ruang bagi kalangan akademisi dan lembaga riset untuk ikut memberikan masukan dalam penyusunan rencana bisnis.

 

” Beberapa rencana bisnis sedang kami buka bersama para peneliti, ini terkait pembuatan pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan, hingga kemungkinan pembuatan galangan kapal. Kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan,” ujar Dominggus.

 

Pembenahan bisnis tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, termasuk kepada eks ABK KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu yang masih menunggu hak mereka.

 

Manajemen PT Flobamor yang diwakili James Faot mengatakan dialog intensif telah dilakukan dengan pihak ABK maupun serikat pekerja terkait.

 

Berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2025, penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tidak diperkenankan digunakan untuk membayar utang. Karena itu, kewajiban kepada para ABK akan dibayarkan secara bertahap.

 

” Untuk itu mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK,” ujar Dominggus.

 

Ia menambahkan perusahaan juga membuka kesempatan bagi para eks ABK untuk bergabung kembali dalam anak-anak usaha yang sedang dirintis.

 

” Kami juga memberikan prioritas untuk anak-anak dari para ABK jika ingin melamar, sebagai komitmen kami dalam menjaga ruang penghidupan para ABK dalam masa sulit,” katanya.(AP)

Berita Terkait

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut
Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

Berita Terbaru