Update Gempa Flores: 70 Orang Meninggal, 22.469 Rumah Rusak dan 48.922 Jiwa Mengungsi

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang lansia tampak beristirahat di camp pengungsian mandiri di Kabupaten Sikka. Foto : ho/Eman Kolfidus

Salah seorang lansia tampak beristirahat di camp pengungsian mandiri di Kabupaten Sikka. Foto : ho/Eman Kolfidus

Kupang, NTTPedia.id,,- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 384 orang mengalami luka-luka, dan 48.922 orang mengungsi. Berdasarkan pembaruan data dampak gempa per Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, sebanyak 22.469 rumah tercatat mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.

 

Data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Mahadin Sibarani mengatakan Kabupaten Manggarai mencatat korban meninggal terbanyak, yakni 27 orang, disusul Manggarai Timur 25 orang dan Nagekeo 8 orang. Selanjutnya, Sikka mencatat 4 orang meninggal dunia, sedangkan Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing mencatat 2 orang meninggal dunia.

 

“Untuk korban luka-luka, Manggarai mencatat 163 orang, Manggarai Timur 84 orang, Ende 26 orang, Sikka 40 orang, Ngada 36 orang, Nagekeo 22 orang, dan Manggarai Barat 13 orang,” katanya dalam laporan itu.

 

Nagekeo menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 18.217 orang, disusul Manggarai 17.356 orang, Sikka 6.395 orang, Ende 3.633 orang, Manggarai Timur 2.681 orang, dan Ngada 640 orang. Sementara itu, data pengungsi Kabupaten Manggarai Barat belum tersedia di tabel.

 

Kerusakan rumah tersebar di tujuh kabupaten dengan total 22.469 unit. Nagekeo mencatat kerusakan terbanyak, yakni 7.430 rumah, disusul Manggarai 5.258 rumah, Manggarai Barat 4.176 rumah, Ende 1.115 rumah, Sikka 832 rumah, Manggarai Timur 183 rumah, dan Ngada 3.475 rumah.

 

Dari total tersebut, kata Sibarani tercatat 6.511 rumah rusak berat, 5.052 rusak sedang, dan 7.431 rusak ringan. Untuk Ngada, rincian kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan belum tersedia di tabel.

 

Selain rumah, kata Sibarani gempa juga berdampak pada fasilitas pelayanan dasar dan fasilitas umum. Tabel mencatat 735 satuan pendidikan, 149 rumah ibadat, 190 fasilitas pelayanan kesehatan, 168 kantor pemerintahan, dan 113 fasilitas umum mengalami kerusakan.

 

Di Manggarai tercatat 117 satuan pendidikan, data rumah ibadat belum tersedia, 39 fasilitas pelayanan kesehatan, 29 kantor pemerintahan, dan 7 fasilitas umum mengalami kerusakan.

 

Sementara itu, ujarnya, Manggarai Barat mencatat 28 satuan pendidikan, 19 rumah ibadat, 14 fasilitas pelayanan kesehatan, 26 kantor pemerintahan, dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan. Di Nagekeo tercatat 415 satuan pendidikan, 27 rumah ibadat, 20 fasilitas pelayanan kesehatan, 20 kantor pemerintahan, dan lima fasilitas umum mengalami kerusakan.

 

Sibarani juga memetakan status penanganan bencana berbeda di setiap kabupaten. Manggarai, katanya, menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, mulai 15 Agustus hingga 28 September 2026. Manggarai Barat menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Manggarai Timur menetapkan status siaga darurat berlaku 15 Agustus hingga 4 September 2026.

 

Ende menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 15 hingga 29 Agustus 2026, sedangkan Sikka menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Ngada menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 15 September 2026. Nagekeo menetapkan status tanggap darurat mulai 15 Agustus hingga 13 November 2026. (AP)

Berita Terkait

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut
Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

Berita Terbaru