GMNI Kupang Perjuangkan Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa, UMK Siapkan Kebijakan Biaya Registrasi

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Kupang memperjuangkan nasib mahasiswa yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perjuangan tersebut disampaikan dalam audiensi DPC GMNI Kupang bersama Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) untuk membahas kondisi mahasiswa terdampak, termasuk keberlanjutan perkuliahan dan biaya registrasi.

Audiensi dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMK, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., bersama Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, serta jajaran pengurus DPC GMNI Kupang.

Dalam pertemuan itu, GMNI Kupang menyampaikan aspirasi terkait kondisi mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari wilayah yang terdampak langsung bencana. GMNI menilai gempa tidak hanya menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah beban biaya pendidikan mahasiswa terdampak, termasuk biaya registrasi. GMNI Kupang mendorong pihak universitas agar mempertimbangkan kondisi mahasiswa dan keluarga yang terdampak bencana dalam menentukan kebijakan akademik maupun pembiayaan pendidikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMK, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., menyampaikan bahwa pihak rektorat akan segera melakukan koordinasi untuk membahas langkah dan kebijakan yang dapat diberikan kepada mahasiswa terdampak, termasuk terkait biaya registrasi.

Selain membahas kebijakan pendidikan, pihak UMK juga menyampaikan upaya kemanusiaan yang telah dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan telah disalurkan dan tim relawan juga dikirim ke sejumlah wilayah terdampak.

Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian dan prioritas dalam penyaluran bantuan serta kegiatan kerelawanan UMK.

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan bahwa dalam situasi bencana, keberpihakan terhadap mahasiswa dan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian bersama.

” Kami berharap pihak universitas dapat mengambil kebijakan yang berperikemanusiaan dan memberikan ruang bagi mahasiswa terdampak untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh situasi yang sedang mereka hadapi. Bencana bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masa depan generasi muda,” ujar Jacson Marcus, Jumat, 21/08/2026.

GMNI Kupang juga telah menyurati sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang untuk meminta perhatian dan informasi terkait kondisi mahasiswa yang terdampak gempa, termasuk langkah dan kebijakan yang akan diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen GMNI Kupang untuk memastikan mahasiswa terdampak dapat terdata dan mendapatkan perhatian serius dari pihak kampus.

Hingga saat ini, data sementara yang dihimpun GMNI Kupang mencapai sekitar 400 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan terdampak bencana gempa.

Data tersebut dihimpun secara cepat melalui Google Form yang disebarkan kepada mahasiswa. GMNI Kupang menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru