Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan ke Flores, Wali Kota Kupang: Saudara-Saudara Kita Harus Segera Bangkit

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, NTTPedia.id,- Tak sekadar mengirim bantuan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memilih hadir langsung di tengah masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.

 

Perjalanan panjang dari Kupang menuju Flores ditempuh Christian dengan membawa langsung bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang.

 

Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di kota ujung barat Pulau Flores itu, ia tidak hanya singgah.

 

Christian langsung membagikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa Flores. Kehadirannya menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

 

Setelah menyerahkan bantuan di Labuan Bajo, perjalanan Christian belum berakhir. Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan menempuh jalan berliku selama kurang lebih empat jam.

 

Perjalanan panjang hingga malam hari tidak menyurutkan langkahnya. Sekitar pukul 21.00 WITA, Christian tiba di Ruteng. Meski telah menempuh perjalanan berjam-jam, ia tidak langsung beristirahat. Wali Kota Kupang itu kembali mendatangi posko dan menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.

 

Dua titik kunjungan dalam satu hari—Labuan Bajo pada pukul 15.00 WITA dan Ruteng pada pukul 21.00 WITA—menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan Christian Widodo untuk memastikan bantuan dari Kota Kupang hadir langsung di tengah masyarakat Flores.

 

Total bantuan yang disiapkan Pemkot Kupang mencapai Rp635 juta. Anggaran tersebut terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan sekitar Rp135 juta yang berasal dari donasi saat aksi sosial saat Wali Kota Kupang ‘naik ring tinju’ di arena pameran dan kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.

 

Bantuan tersebut selanjutnya diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak di enam kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

 

Namun bagi Christian, bantuan kemanusiaan tidak semata-mata berbicara tentang besaran anggaran. Ada pesan persaudaraan yang jauh lebih penting untuk disampaikan.

 

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

 

Kehadiran Christian secara langsung di Labuan Bajo dan Ruteng juga menjadi pesan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti karena batas administratif.

 

Bagi masyarakat Kota Kupang, penderitaan yang dialami saudara-saudara mereka di Flores adalah duka bersama.

 

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

 

Dari Labuan Bajo pada sore hari hingga Ruteng pada malam hari, perjalanan itu bukan sekadar perjalanan seorang kepala daerah membawa bantuan.

 

Ia membawa sesuatu yang lebih besar: pesan bahwa di tengah guncangan bencana, saudara-saudara di Flores tidak berjalan sendirian.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru