Polri Lakukan Airdrop Bantuan untuk Warga Kampung Landor yang Masih Terisolasi

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur, NTT Pedia.id – Ketika jalan darat terputus dan medan membuat bantuan sulit menjangkau warga, Polri memilih jalur udara. Sebuah helikopter Polri dikerahkan untuk melakukan airdrop bantuan bagi masyarakat di Kampung Landor, Desa Wela Lada, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, yang masih terisolasi pascagempa.

Bantuan tersebut diterbangkan dari Maumere pada Selasa (25/8/2026). Helikopter mulai bergerak sekitar pukul 09.00 WITA membawa bantuan untuk masyarakat yang hingga saat itu belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Kampung Landor berada di wilayah dataran tinggi. Kondisi tersebut semakin menyulitkan distribusi logistik setelah akses jalan menuju kampung mengalami kerusakan dan terputus akibat dampak bencana.

Dari udara pun, proses penyaluran tidak serta-merta mudah. Helikopter sempat beberapa kali berputar untuk mencari dan memastikan titik lokasi Kampung Landor sebelum bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi gambaran bagaimana Polri berupaya mencari berbagai cara agar warga di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam penanganan pascabencana.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menegaskan bahwa keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Dalam kondisi bencana, kita harus memastikan masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Ketika jalur darat belum memungkinkan, jalur udara menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau mereka,” ujarnya.

Menurutnya, airdrop bantuan ke Kampung Landor bukan hanya tentang mengirimkan logistik, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan kepada warga bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit pascagempa.

“Bapak Kapolda menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kami memahami bahwa berada dalam kondisi terisolasi tentu menimbulkan kekhawatiran dan kesulitan. Karena itu, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan yang ada,” tambah Kabidhumas.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi masa pemulihan.

“Kami berharap masyarakat tetap tabah, saling membantu dan tidak kehilangan harapan. Situasi ini harus kita lewati bersama. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Kabidhumas juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kondisi lingkungan, terutama kemungkinan terjadinya bencana susulan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Informasi terkait kondisi bencana maupun bantuan sebaiknya diperoleh dari petugas dan sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Di tengah keterbatasan akses, airdrop bantuan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang berada jauh di pelosok.

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru