22 Peserta Berebut Kursi Ketua DPAC PKB di 11 Kecamatan Rote Ndao

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 09:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ba’a, NTTPedia.id,- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pembentukan calon kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) calon Ketua DPAC, serta penetapan dan rapat formatur dalam Forum Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kabupaten Rote Ndao.

 

Kegiatan berlangsung di Hotel Asa Resort, Rote Ndao, Jumat, 18/09/2026.Sebanyak 22 peserta dari 11 kecamatan mengikuti proses UKK sebagai bagian dari tahapan pembentukan struktur organisasi PKB di tingkat kecamatan.

 

Kegiatan turut dihadiri unsur pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rote Ndao, yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, wakil ketua, dan wakil sekretaris. Hadir pula Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Rote Ndao.

 

Ketua Tim Pembentukan Kepengurusan DPAC DPW PKB NTT, Vincent Mone, mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat struktur dan konsolidasi organisasi PKB di tingkat kecamatan.

 

Menurut Vincent, terdapat tiga agenda utama yang menjadi bagian dari proses tersebut, yakni pemetaan calon pengurus DPAC, uji kelayakan dan kepatuhan calon Ketua DPAC, serta penetapan dan rapat formatur Ketua dan Pengurus DPAC melalui forum Musancab.

 

” Ketiga tahapan ini hendaknya kita pahami bukan sekadar sebagai kegiatan administratif organisasi, tetapi sebagai bagian dari proses membangun struktur yang kuat, solid, aktif, dan memiliki komitmen terhadap perjuangan PKB,” kata Vincent dalam sambutannya.

 

Ia menegaskan, posisi Ketua DPAC bukan sekadar jabatan struktural. Ketua DPAC memiliki peran penting dalam menjalankan mesin organisasi partai di tingkat kecamatan.

 

Karena itu, calon Ketua DPAC diharapkan memiliki komitmen, loyalitas, integritas, kemampuan komunikasi, kapasitas membangun konsolidasi, serta kesediaan bekerja bersama seluruh jajaran partai.

 

” Kita membutuhkan pemimpin organisasi yang tidak hanya hadir ketika ada kepentingan politik tertentu, tetapi mampu menjaga kebersamaan, mengayomi masyarakat, merawat kader, serta menjalankan keputusan organisasi secara konsisten,” ujarnya.

 

Vincent juga meminta proses UKK dilakukan secara objektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Para calon Ketua DPAC diminta memberikan jawaban secara jujur sekaligus menunjukkan kesungguhan dalam mengemban amanah organisasi.

 

Ia menyebut DPAC merupakan salah satu ujung tombak organisasi partai. Kekuatan PKB di tingkat kabupaten, menurutnya, turut dipengaruhi oleh kekuatan struktur di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

 

Karena itu, forum Musancab diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan DPAC yang dapat menjalankan fungsi organisasi secara aktif dan berkelanjutan.

 

Vincent juga mengingatkan seluruh kader agar menjadikan proses Musancab sebagai momentum memperkuat persatuan dan solidaritas internal.

 

” Perbedaan pandangan dalam proses organisasi merupakan hal yang biasa. Namun, setelah keputusan organisasi diambil, yang harus kita kedepankan adalah persatuan, solidaritas, dan kepentingan organisasi,” katanya.

 

Ia berharap DPAC yang terbentuk nantinya tidak hanya menjadi struktur organisasi di atas kertas, tetapi benar-benar hidup, aktif melakukan konsolidasi, hadir di tengah masyarakat, serta mampu menjalankan program-program partai.

 

Setelah tahapan pembentukan DPAC, tugas berikutnya berada di tangan DPC PKB Kabupaten Rote Ndao untuk membentuk Pengurus Anak Ranting di setiap desa.

 

Pembentukan Pengurus Anak Ranting tersebut dilakukan sesuai kalender organisasi DPP PKB dengan batas waktu penyelesaian hingga Desember 2026.

 

Ketua DPC PKB Kabupaten Rote Ndao, Migel Beama, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh tugas organisasi yang diberikan partai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

 

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur PKB hingga tingkat desa di Kabupaten Rote Ndao.

 

Dalam kegiatan tersebut, jajaran DPC PKB Rote Ndao juga menyampaikan dukungan terhadap seluruh tahapan konsolidasi organisasi yang dilakukan DPW PKB NTT.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat tugas sebagai bagian dari proses organisasi.

 

” Bangkit, Solid, Menang!” menjadi semangat yang disampaikan dalam penutupan rangkaian kegiatan tersebut.(AP)

 

Berita Terkait

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan
Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:47 WIB

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Berita Terbaru