Gempa M4,8 di Kupang Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 30/9/2026 sore. Guncangan itu dirasakan hingga ke Kota Kupang.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menyebut gempa tersebut terjadi akibat aktivitas sesar aktif.

Ia mengatakan gempa terjadi pada pukul 17.58.51 WIB atau 18.58.51 WITA. Berdasarkan hasil analisis parameter update BMKG, kekuatan gempa tersebut direvisi dari M4,7 menjadi M4,8, dengan kedalaman yang juga diperbarui dari 10 kilometer menjadi 9 kilometer.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima NTTPedia.id, Arief Tyastama menjelaskan episenter gempa berada pada koordinat 10,24 derajat Lintang Selatan dan 123,59 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di darat sekitar 26 kilometer arah barat Kabupaten Kupang.

Menurut Arief, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang terjadi akibat adanya aktivitas sesar aktif.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan skala intensitas IV MMI.

Hingga saat ini kata Arief mengatakan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Dijelaskannya hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Arief juga menyampaikan, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 18.21 WIB, belum tercatat adanya gempa bumi susulan atau aftershock.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru