Bank NTT Gandeng 16 Developer untuk Perluas Akses Rumah Subsidi di NTT

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Bank NTT terus memperluas akses kepemilikan rumah subsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng 16 developer yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang, Flores, hingga Rote.

Program nasional yang dikelola BP TAPERA tersebut menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari suku bunga tetap 5 persen hingga lunas, uang muka hanya 1 persen, tenor kredit hingga 20 tahun, serta angsuran terjangkau mulai Rp1 juta per bulan. Fasilitas pembiayaan ini juga sudah mencakup premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan PPN.

Rumah yang disediakan melalui KPR FLPP memiliki luas tanah antara 60 hingga 200 meter persegi dan luas bangunan 21 hingga 36 meter persegi.

Kepala Divisi Kredit, Komersial, dan Menengah Bank NTT, Soleman Bisilisin, menjelaskan bahwa sejak 2016 Bank NTT telah membiayai 2.042 debitur dengan total pembiayaan sekitar Rp201 miliar.

“Tahun ini target kami 300 unit rumah. Hingga kini sudah terealisasi 247 unit, dan masih ada 53 unit yang kami harapkan bisa tersalurkan sebelum akhir tahun. Program ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga mendorong pengembang lokal untuk menyediakan rumah yang layak,” ujarnya saat Sosialisasi Program Pembiayaan KPR Sejahtera FLPP di Aula El Tari, Kupang.

Dari 16 developer yang bekerja sama, 10 berada di Kota dan Kabupaten Kupang, sementara enam lainnya tersebar di wilayah Flores dan Rote. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan rumah subsidi sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati fasilitas KPR FLPP.

Kepala BKD NTT, Yosef Rasi Psat, menyebut program perumahan BP TAPERA sebagai peluang strategis bagi ASN. Selain membuka akses terhadap hunian yang layak, program ini juga mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di NTT.

“Kegiatan ini penting agar ASN memahami hak dan kewajibannya dalam program perumahan, serta dapat memberi masukan terhadap revisi undang-undang perumahan,” katanya.

Direktur Operasi Pengerahan BP TAPERA, Budi Santoso, menambahkan bahwa masukan dari ASN di daerah menjadi bagian penting dalam penyempurnaan regulasi yang akan datang. “Kami ingin memastikan regulasi benar-benar berpihak pada masyarakat, termasuk di daerah seperti NTT,” ujarnya.(AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru