Nando Bawa HKTI NTT Turun ke 22 Kabupaten/Kota, Petani Korban Gempa Flores Jadi Perhatian Awal

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Timur tak ingin berhenti pada pergantian kepengurusan.

Di bawah kepemimpinan Fernando O. Soares, organisasi tersebut menyiapkan agenda turun langsung ke 22 kabupaten/kota untuk mendengar dan mengadvokasi persoalan yang dihadapi petani.

Fernando O. Soares atau Nando terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HKTI NTT dalam pemilihan yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa (15/9/2026). Mayoritas pengurus HKTI kabupaten/kota di NTT menyatakan dukungan kepadanya.

Usai pemilihan, Nando mengatakan HKTI harus hadir lebih dekat dengan petani, terutama untuk membantu mereka meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan.

Menurut Wakil Ketua DPRD NTT tersebut, keberadaan HKTI menjadi penting karena sektor pertanian masih menjadi bagian besar dari kehidupan masyarakat NTT.

“Kami merasa HKTI ini penting karena hampir 50 persen masyarakat kita adalah petani. Kami akan selalu hadir bersama masyarakat petani,” kata Nando.

Ia menegaskan, HKTI ke depan tidak hanya menjadi organisasi yang berbicara tentang pertanian, tetapi juga ikut mendampingi dan mengadvokasi petani ketika menghadapi persoalan di lapangan.

“Kita memberikan perhatian supaya petani kita bisa naik kelas. Apalagi di masa pemerintahan Presiden Prabowo menaruh perhatian yang besar untuk pertanian, termasuk program swasembada pangan,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang langsung mendapat perhatian HKTI adalah kondisi petani di wilayah Flores yang terdampak gempa.

Kerusakan sejumlah infrastruktur irigasi akibat gempa disebut berpotensi mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

“Tadi juga sempat menyinggung saudara-saudara kita di Flores yang tertimpa gempa. Ada irigasi yang rusak akibat gempa sehingga petani tidak bisa bekerja. Kita akan melakukan pendampingan,” jelasnya.

Setelah kepengurusan HKTI NTT dilantik, Nando mengatakan pihaknya akan melakukan road show ke 22 kabupaten/kota. Langkah tersebut diarahkan untuk memetakan persoalan petani sekaligus memastikan HKTI hadir langsung di tengah masyarakat.

Dengan agenda tersebut, kepemimpinan baru HKTI NTT diarahkan bukan sekadar menjadi perubahan struktur organisasi, tetapi menjadi momentum untuk membawa persoalan petani dari tingkat desa hingga menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat.

Berita Terkait

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan
Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:47 WIB

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Berita Terbaru