Kupang, NTTPedia.id,- Atlet Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kota Kupang.
Dalam ajang tersebut, atlet SLBN Benpasi berhasil meraih 6 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu, dengan total delapan medali dari cabang olahraga atletik dan bocce.
Enam medali emas diraih melalui sejumlah nomor atletik. Rosalinda Abi meraih emas pada nomor tolak peluru putri Divisi 1, sedangkan Marianus Nitjano meraih emas pada nomor tolak peluru putra Divisi 3.
Medali emas berikutnya diraih Romanus Be pada nomor lompat jauh tanpa awalan putra Divisi 2 dan Martin Ndun pada nomor lari 200 meter putra Divisi 4.
Sementara itu, Adri Dos Santos dan Mauritius Bana masing-masing menyumbangkan medali emas pada nomor estafet 4 x 100 meter putra.
Pada cabang olahraga bocce, Daniel Bubu meraih medali perunggu kategori putra Divisi 9, sedangkan Anjelina Bana memperoleh medali perak kategori putri Divisi 9.
Kepala SLBN Benpasi, Yustin Bitin Berek, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para atlet. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkembang dan berprestasi apabila memperoleh kesempatan serta dukungan yang memadai.
Yustin juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan terhadap pengembangan potensi peserta didik, khususnya atlet SLBN Benpasi yang mengikuti PESONAS II 2026.
” Kami sangat mengapresiasi hasil yang diraih anak-anak dalam PESONAS II 2026. Ini merupakan kebanggaan bagi SLBN Benpasi dan masyarakat NTT. Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing di tingkat nasional,” kata Yustin kepada sejumlah wartawan di Kupang, Sabtu, 17/10/2026.
Yustin mengatakan keberhasilan SLBN Benpasi dalam meraih medali merupakan semua pihak. Ia mengucapakan terimakasih atas dukungan pemerintah provinsi NTT yang telah memberikan dukungan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
” Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Gubernur Emanuel Bapak Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur, Bapak Johni Asadoma, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo. Dukungan pemerintah sangat berarti bagi kami dalam mendorong anak-anak untuk terus berkembang dan meraih prestasi. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan dan pengembangan bakat anak-anak berkebutuhan khusus terus diperkuat agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” katanya.

Yustin berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan serta meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.
Untuk diketahui, PESONAS II 2026 merupakan Pekan Special Olympics Nasional, kompetisi olahraga empat tahunan yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas intelektual dan diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna). Ajang ini diikuti 22 Provinsi diseluruh Indonesia.
Ajang ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Kota Kupang, NTT, dengan mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Selain menjadi wadah bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, PESONAS juga menjadi ajang penjaringan atlet berbakat untuk dipersiapkan menghadapi Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Cile. (AP)







