Julie Laiskodat Dukung Inovasi YBL Ganti Polybag Plastik dengan Polybag Serat Alam

- Jurnalis

Senin, 23 Agustus 2021 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mendukung penuh Inovasi yang dilakukan oleh Yayasan Bambu Lestari (YBL). YBL dalam inovasinya mengganti polybag plastik dengan polibag serat alam.

Dukungan ini disampaikan Julie Sutrisno Laiskodat ketika menghadiri Presentasi dan Diskusi Program Desa Wanatani Bambu di NTT, Senin (23/8) di Hotel Naka, Kupang. Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Ketua TP PKK NTT Maria Fransisca Djogo, diikuti oleh YBL dan sejumlah OPD yang terkait dengan program pembibitan dan penghijauan bambu berbasis kelompok perempuan itu.

Inovasi polybag berbahan serat bambu itu memperoleh dukungan antusias dari Julie Sutrisno Laiskodat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“NTT sangat kaya dengan tradisi anyaman dan polybag berbahan serat alam ini sangat menarik dan bagus,” katanya.

Julie Sutrisno Laiskodat meminta agar YBL dan OPD terkait bekerja sama sebaik-baiknya dalam memastikan bahwa program benar-benar memberi manfaat bagi pelestarian lingkungan NTT serta bagi pemberdayaan masyarakat desa dan perempuan di NTT.

Yayasan Bambu Lestari (YBL), lembaga nirlaba yang menginisiasi program pembibitan dan penghijauan bambu berbasis kelompok perempuan di NTT, melakukan terobosan inovatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap polybag (kantung benih) berbahan plastik.

Melalui kolaborasi dengan kelompok perempuan di dua desa di Flores, YBL melakukan ekplorasi penggunaan serat alam sebagai bahan pembuatan polybag.

Di Desa Du, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, ibu-ibu pembibit bambu setempat berhasil membuat polybag berbahan serat alam, yaitu dari pelepah pisang, daun kelapa dan sabut kelapa. Sedangkan di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, YBL menggandeng DuAnyam, lembaga nirlaba pengembangan kerajinan anyam tradisional, serta KEHATI untuk membimbing ibu-ibu pembibit bambu menciptakan kerajinan tangan berbahan bambu, termasuk polybag serat bambu.

Inovasi ini merupakan upaya YBL untuk memastikan bahwa program-program yang dijalankan di NTT makin memenuhi kaidah ramah ligkungan. Meski praktis, kuat dan murah, polybag berbahan plastik jauh lebih sulit terurai dibandingkan polybag berbahan serat alam.

Presiden Direktur YBL, Arief Rabik menegaskan bahwa inovasi ini secara bertahap akan diterapkan dalam skala luas di desa-desa peserta program pembibitan dan penghijauan bambu. Saat ini ada 20 desa di 7 kabupaten di Flores yang didampingi YBL dalam program yang didanai Pemprov NTT tersebut.
Tahun ini program akan menghasilkan 2,8 juta bibit bambu, artinya jumlah polybag yang dibutuhkan juga jutaan.

“Secara bertahap, polybag plastik akan kita ganti dengan polybag serat alam. Tahun ini kita mengupayakan agar 10 persen dari seluruh polybag yang dipakai adalah yang berbahan serat alam,” ujarnya.

Inovasi ini juga mencakup pemetaan daerah-daerah dengan sumberdaya serat alam di NTT.

“Penggunaan serat alam ini juga akan berdampak positif dengan menguatkan industri kerajinan di desa-desa dan memberikan peluang ekonomi tambahan pada para penganyam serat alam,” ujar Arief di sela-sela Presentasi dan Diskusi Program Desa Wanatani Bambu di NTT, Senin (23/8) di Hotel Naka, Kupang.

Dalam Presentasi dan Diskusi Program Desa Wanatani Bambu di NTT itu, YBL melaporkan hasil-hasil yang telah dicapai selama Januari-Juli 2021. Program ini ditargetkan menghasilkan 2,8 juta bibit, membentuk 20 kelompok perempuan pelopor bambu di 7 kabupaten di Flores, serta memberdayakan 305 ibu-ibu pelopor bambu sebagai pelaksana family nursery (pembibitan berbasis keluarga).(Elas/SP)

Berita Terkait

Sejalan Program Digitalisasi Maritim Pemerintah, PELNI dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
Pelayanan Belum Memenuhi Standar, PDAM Tirta Ende mohon dukungan dan perhatian serius Pemerintah Daerah
Cuaca Buruk Hambat Pasokan BBM ke Rote Ndao dan Sabu Raijua
Longsor Terjang Desa Goreng Meni Manggarai Timur, Tiga Warga Meninggal Dunia
Bank NTT Turun Dividen Rp29,6 M. Charlie Paulus Akan Benahi Tata Kelola Lebih Produktif 
Patut Jadi Contoh Desa di NTT, Desa Wisata Golo Loni Raih Juara III Nasional Desa Wisata Nusantara 2025
Tim SAR Resmi Tutup Pencarian Korban Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
Bank NTT Waibakul Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Kopi dan Hadiah Lomba Menabung

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:48 WIB

Sejalan Program Digitalisasi Maritim Pemerintah, PELNI dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:39 WIB

Cuaca Buruk Hambat Pasokan BBM ke Rote Ndao dan Sabu Raijua

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:32 WIB

Longsor Terjang Desa Goreng Meni Manggarai Timur, Tiga Warga Meninggal Dunia

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:52 WIB

Bank NTT Turun Dividen Rp29,6 M. Charlie Paulus Akan Benahi Tata Kelola Lebih Produktif 

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:26 WIB

Patut Jadi Contoh Desa di NTT, Desa Wisata Golo Loni Raih Juara III Nasional Desa Wisata Nusantara 2025

Berita Terbaru