Ketua Golkar NTT Ucapkan Dukacita Untuk Cendekiawan Daniel Dhaki Dae dan Sastrawan Umbu Landu Paranggi

- Jurnalis

Selasa, 6 April 2021 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyair dan senimat Umbu Landu Paranggi meninggal dunia pada Selasa (6/4). Jejak langkahnya di Yogyakarta jadi awal lahirnya nama-nama besar dunia sastra. (Foto: Tangkapan layar youtube Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbud)/dikuti dari CNN

Penyair dan senimat Umbu Landu Paranggi meninggal dunia pada Selasa (6/4). Jejak langkahnya di Yogyakarta jadi awal lahirnya nama-nama besar dunia sastra. (Foto: Tangkapan layar youtube Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbud)/dikuti dari CNN

 

Kupang, NTTPedia.id,- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Lakalena mengucapkan Duka Cita atas berpulangnya dua toko Nasional asal NTT. Dua tokoh nasional itu adalah Cendikiawan Daniel Daki Dae dan Sastrawan Umbu Landu Paranggi.

Daniel Dhakidae meninggal Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 07.24 pagi di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, akibat serangan jantung. Serangan itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong.

“Selamat jalan Pak Daniel Dhakidae. Kami sangat berduka, kehilangan salah satu pemikir terbaik Indonesia saat ini. Kami akan selalu ingat gaya dan retorika Pak Daniel  sampaikan substansi pemikiran secara   menarik,” kata Melki Laka Lena di Kupang, Selasa (6/4) petang.

Daniel Dhakidae merupakan mantan Kepala Litbang Kompas. Almarhum adalah cendekiawan kelahiran Nagekeo, Flores. Ia meninggal pada usua 76 tahun.

Pada dinihari hari yang sama juga seniman Umbu Landu Paranggi berpulang. Sang penyair besar Tanah Air ini meninggal duni di RS Bali Mandara, Denpasar, sekitar pukul 03.55 Wita. Melki Laka Lena juga menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sastrawan Umbu Landu Paranggi, yang juga sangat dikenal sebagai Presiden Malioboro.

” Selamat jalan Ama Umbu Landu Paranggi, sastrawan dan penyair hebat ‘presiden Malioboro’. Kisah seputar Pak Umbu melegenda terutama di lingkungan para budayawan. Semuanya mengagumi Pak Umbu Landu Parangi,” tutur Melki Laka Lena.(AP)

 

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Berita Terbaru