Seorang Kakek di Kabupaten KupangTewas Dibunuh Pamannya, Gara-gara Kelapa

- Jurnalis

Senin, 24 Mei 2021 - 11:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oelamasi, NTTPedia.id- Kabupaten Kupang seakan tidak habis dengan kasus pembunuhan. Kali ini seorang Kakek bernama Bernat Faot tewas dibunuh oleh keluarganya sendiri yang masih berstatus pamannya.

Kasus ini terjadi di RT 21/ RW 11 Dusun 06 Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Minggu (24/05/2021). Akibatnya Bernat Faot (52) tewas ditempat karena dibacok pelaku ART (51) menggunakan sebilah parang.

Kejadian itu bermula ketika pelaku ART mengambil kepala milik korban. Korban menegur korban karena kelapa itu berada diatas tanah miliknya yang berbatasan dengan tanah milik pelaku. Korban menegur pelaku karena mengambil kelapa miliknya. Tak terima ditegur, pelaku menghabisi korban hingga tewas ditempat kejadian perkara.

Kepala Desa Fatukanutu, Iwan S Bekawati mengkonfirmasi kejadian pembunuhan itu. Ia mengatakan korban dan pelaku merupakan keluarga dekat. Selama ini kata dia baik korban dan pelaku tidak memiliki masalah perselisihan.

“Ia jarak rumah korban dengan pelaku kurang 600 meter kaka. Dibelakang rumahnya,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan pelaku diketahui memiliki penyakit gangguan jiwa. Karena itu kata dia, pelaku sering membuat keonaran dalam kampung.

“Dengan istri dan anak anak dalam rumah bikin onar dan terkadang duduk na omong sendiri-sendiri kaka,” jelasnya.

Saat ini jenazah dari korban Bernat telah dibawah ke rumah sakit Bhayangkara Kupang.

Pasca peristiwa naas itu, Polres Kupang akhirnya membekuk pelaku dugaan pembunuhan yang menewaskan BF (52) warga RT 21/ RW 11 Dusun 06 desa Fatukanutu, kecamatan Amabi Oefeto, kabupaten Kupang sekira pukul 15.30 WITA, Minggu 23 Mei 2021.

Pelaku diketahui bernama RAT (51) yang merupakan paman dari korban BF.

RAT ditangkap dirumahnya, pada Minggu 23 Mei 2021 malam dan langsung digiring ke Mapolres Kupang.

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung melalui Paur Humas, Aipda Randy Hidayat saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut

“Tersangka sudah di tangkap. Tersangka dapat di fatukanutu,” ujarnya singkat.(AP)

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN
Wali Kota Kupang Pastikan Biaya Pengobatan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Tuntas
Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Berita Terbaru