85,3 Persen Masyarakat Lebih Menyukai Simon Petrus Kamlasi Pimpin NTT Ketimbang Melki dan Ansy

- Jurnalis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 20:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil survei untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 pasca penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu, 9 Oktober 2024.

Survei yang dilakukan 28 September sampai 5 Oktober 2024 ini melibatkan 2.720 responden dari sejumlah wilayah di NTT, diantaranya Kota Kupang, Kupang, Sumba, Timur, dan Timor Tengah Selatan, kemudian di wilayah Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggara Barat).

Dari hasil survei terungkap Simon Petrus Kamlasi menjadi figur calon Gubernur NTT yang paling disukai dan Adrianus Garu menjadi figur calon Wakil Gubernur yang paling disukai. Pasangan calon dengan tagline SIAGA ini menjadi pasangan kedisukaan tertinggi dibanding pasangan calon lainnya.

Simon Petrus Kamlasi menjadi figur paling disuka dengan presentasi 85,3 persen, menyusul Ansy Lema di posisi kedua dengan 84,7 persen dan Melki Laka Lena 76,3 persen.

Sementara Adrianus Garu menjadi figur yang paling disukai diantara nama-nama calon Wakil Gubernur NTT lainnya dengan 81,6 persen disusul Jane Natalia Suryanto 77,1 persen dan Johni Asadoma 74,0 persen.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan tingginya kedisukaan Simon Petrus Kamlasi karena sosok yang tegas dan berwibawa. Simon Petrus Kamlasi juga paling disukai karena adanya faktor putra daerah dan faktor lainnya.

Pengamat Politik dari FISIP Univeritas Nusa Cendana Kupang, Yohanes Jimmy Nami, menyebut tingginya kedisukaan pasangan calon Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu karena pasangan ini sudah menegaskan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT jauh sebelum sebelum proses pilkada di KPU.

“Jadi kalau misalnya ditanyakan kepada masyarakat NTt, tentu tidak ada alterntif lain selain menyebut mereka berdua. Jadi ada platform perspektif yang menjadi simbol dari pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu,” ujar Jimmi Nami

Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Rudi Rohi, juga menyebut, tingginya kedisukaan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu yang tinggi karena adanya faktor pemilih Paket SIAGA yang berada paling banyak di desa-desa dan hal tersebut merupakan strategi yang berjalan dengan baik.

“Hasil survei menunjukan, khusus SPK dan Adrianus Garu pemilihnya paling banyak di daerah pedesaan, sementara Ansy-Jane dan Melki Johni paling banyak di perkotaan. Memang strateginya SPK-Adrianus Gari seperti itu dan itu kita bisa lihat terbukti berjalan,” jelasnya.*

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung
Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Berita Terbaru