Erwin, Sosok di Balik VIR di NTT Hilang Bersama Komisi yang Tak Kunjung Cair

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak pada layar muka aplkasi VIR Indonesia yang dikirimkan oleh satu korban investasi bodong yang merugikan ribuan warga NTT. Foto: tangkapan layar

Tampak pada layar muka aplkasi VIR Indonesia yang dikirimkan oleh satu korban investasi bodong yang merugikan ribuan warga NTT. Foto: tangkapan layar

Kupang, NTTPedia.id,- Nama Erwin menjadi salah satu figur yang paling sering disebut para korban investasi bodong VIR di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia dikenal sebagai penghubung, motivator sekaligus pihak yang memiliki akses ke para pengelola Aplikasi VIR

Namun sejak komisi macet dan sistem VIR mulai bermasalah, keberadaan Erwin justru ikut menghilang. Hal itu menyisakan tanda tanya besar bagi para anggota yang merugi puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Erwin yang beberapa kali dihubungi NTTPedia.id melalaui short massage service (SMS) dan panggilan telepon tidak sedikitpun meladeni wawancara. Pesan Whatsapp yang dikirimkan juga hanya dibaca dan tidak memberikan balasan. Demikian juga dengan panggilan whatsapp, Erwin tidak memberi respon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TS, salah satu korban asal Kota Kupang, menuturkan kepada NTTPedia.id bahwa ia mengenal VIR melalui jaringan pertemanan yang mengklaim bahwa Erwin adalah orang yang paling tahu perkembangan internal dan sering meyakinkan bahwa sistem aman.

Baca Juga :  118 Siswa Bintara Pria Diserahkan ke SPN Polda NTT Untuk Memulai Pendidikan

TS mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah komisi yang dijanjikan tak kunjung cair. Ia dan sejumlah korban lain beberapa kali berusaha menghubungi Erwin untuk meminta kejelasan. Beberapa kali kata TS, Erwin mengatakan siap untuk bertanggung jawab.

” Di beberapa grup whatsapp sudah dikunci karena anggota banyak yang ribut meminta pertanggungjawaban dari Erwin. Sampai sekarang belum ada kejelasan apapun, ” kata TS, Senin, 17/11/2025.

TS mengatakan modus yang dilakukan VIR sangat meyakinkan anggota dijanjikan komisi harian serta mendapat penjelasan bahwa dana dikelola untuk proyek daur ulang sampah berskala besar. Namun setelah ribuan warga di NTT ikut bergabung, sistem mulai error, komisi terlambat, dan akhirnya berhenti total dengan alasan harus bayar pajak. Namun yang membayar pajak pun kata TS, tetap boncos alias komisi dan deposit tidak dikembalikan.

Baca Juga :  Setelah Satu Dekade, Forum Melanesia Kembali Hidup di NTT Pada Era Gubernur Melki Laka Lena

TS mengatakan Erwin yang sebelumnya aktif mengarahkan dan mendorong member untuk top up kembali tiba-tiba tidak lagi memberikan kabar apapun kepada para anggota.

Menurut TS,para korban kini tidak hanya menunggu pengembalian dana tetapi juga menunggu keberanian pihak-pihak yang pernah tampil sebagai koordinator lokalseperti Erwin dan para penasihatnya untuk muncul ke publik.

” Kami bukan mau menyalahkan satu orang saja tapi minimal muncul dan bicara. Kami kehilangan uang dan kami juga butuh kepastian siapa sebenarnya yang bertanggung jawab,” kata TS.

Hingga kini para korban terus berkoordinasi via whatsapp untuk mencoba mengumpulkan data dan mendorong laporan polisi serta dan menelusuri struktur jaringan VIR di daerah.(Sj)

Berita Terkait

Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah
Tertekan Unggahan Fitnah di TikTok Lika Liku NTT, Ibu Kandung AMR Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Pengelola KHDTK Oelsonbai Belum Bersuara Usai Sebagian Kawasan Dirambah Kontraktor
Polda NTT Bentuk Direktorat Reskrim PPA-PPO, Polwan Senior Ditunjuk Jadi Direktur
Pesan Cewek Via Aplikasi Michat, Pria di Ende Malah Meninggal Dalam Kamar Hotel
Korupsi RPH Sumlili, Kantor Dinas Koperasi NTT Digeledah Jaksa
Oknum Polisi di Kupang Tega Cabuli Anak Tirinya Saat Istri Tidak Berada di Rumah 
Aksi Kejar-kejaran dan Kontak Senjata Warnai Patroli Perburuan Rusa di TN Komodo

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:27 WIB

Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:02 WIB

Pengelola KHDTK Oelsonbai Belum Bersuara Usai Sebagian Kawasan Dirambah Kontraktor

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:30 WIB

Polda NTT Bentuk Direktorat Reskrim PPA-PPO, Polwan Senior Ditunjuk Jadi Direktur

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:50 WIB

Pesan Cewek Via Aplikasi Michat, Pria di Ende Malah Meninggal Dalam Kamar Hotel

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:00 WIB

Korupsi RPH Sumlili, Kantor Dinas Koperasi NTT Digeledah Jaksa

Berita Terbaru