Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang memudahkan masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan loket layanan Bank NTT di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang untuk mempermudah pembayaran pajak dan kewajiban lainnya dalam satu lokasi.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, Pemkot Kupang mendorong sistem pelayanan yang cepat, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Loket layanan Bank NTT beroperasi di dalam Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang. Kehadiran layanan ini merupakan bentuk kolaborasi Pemkot Kupang dengan Bank NTT dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Kepala Dinas PMPTSP Kota Kupang, Wildrian Andre Ronald Otta, menegaskan bahwa Mal Pelayanan Publik dirancang untuk memangkas birokrasi dan menghilangkan kerumitan pelayanan yang selama ini dirasakan warga.
Teller Bank NTT Sallya Malisa Lodo Ngahu. Ia menjelaskan bahwa layanan terpadu ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta kewajiban lainnya.
“Dulu masyarakat harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang, cukup datang ke MPP, semua pembayaran bisa dilakukan di satu lokasi,” ujar Sallya.
Menurutnya, layanan ini juga membantu masyarakat yang belum terbiasa menggunakan ATM atau layanan digital perbankan. Kehadiran teller dinilai memberikan rasa aman dan kemudahan bagi warga yang membutuhkan pendampingan langsung.
“Di sini kami siap membantu. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu hingga ditagih oleh petugas dari Bappenda atau Samsat,” tambahnya.
Sallya juga mengimbau masyarakat untuk menyadari bahwa pembayaran pajak merupakan kewajiban tahunan yang dapat dilakukan lebih awal dengan memanfaatkan fasilitas MPP.
Kehadiran loket Bank NTT di MPP Kota Kupang menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis, transparan, dan responsif. Kolaborasi ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik yang terintegrasi, mudah dijangkau, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.(AP)














