Sentuhan Kasih Simon Petrus Kamlasi, Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa Kini Miliki Kapela Sendiri

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa di Lembata selama ini beribadah menggunakan gedung PAUD. Sebentar lagi akan memiliki gedung permanen berkat bantuan Simon Petrus Kamlasi berupa Kapela Portable. Foto : Yohanes Beda Wuwur

Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa di Lembata selama ini beribadah menggunakan gedung PAUD. Sebentar lagi akan memiliki gedung permanen berkat bantuan Simon Petrus Kamlasi berupa Kapela Portable. Foto : Yohanes Beda Wuwur

Lewoleba, NTTPedia.id, – Umat Stasi Santu Paulus Rasul Lamanepa, Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata sangat bersyukur dengan kehadiran Kapela portable. Kapela Portable ini merupakan bantuan dari toko masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi (SPK).

 

Sebelumnya stasi Santu Paulus Rasul Lamanepa belum memiliki gedung gereja yang permanen. Ibadat hari minggu dan perayaan gerejani meminjam gedung PAUD setempat. Kini umat stasi itu bisa melaksanakan ibadah mingguan dan semua kegiatan rohani di gedung yang baru berkat sentuhan kasih Simon Petrus Kamlasi yang saat ini menjadi Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua Dewan Stasi Santu Rasul Paulus Lamanepa, Yohanes Beda Wuwur menceritakan ihwal mendapat bantuan kapela portable. Ia mengatakan ketika mengikuti kegiatan pemerintahan di kantor kecamatan Nagawutun, Ia bertemu dengan salah satu rekannya yang berasal dari paroki Baubolak, Belo Kondradus Warat. Selain itu ada Efry Ofong juga yang menjadi penghubung umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa dengan Simon Petrus Kamlasi.

 

” Dua bulan lalu saya ada ikut kegiatan di kantor camat. Kebetulan peserta dari desa lain ada salah satu teman dewan satasi dari stasi baubolak. Ia menginformasikan ke saya bahwa dia ada dapat informasi kalau bapa SPK ada program pemberian rumah ibadat bagi stasi-stasi yang belum memiliki gedung, ” kata Yohanes ketika dihubungi NTTPedia.id, Rabu, 26/11/2025.

 

Informasi tesebut direspon oleh Yohanes. Sekembalinya ke Kampung di desa Idalolong, Ia mengumpulkan seluruh umat Stasi dan menyampaikan informasi tentang Simon Petrus Kamlasi yang mempunyai pos bantuan untuk Stasi yang belum memiliki gedung gereja.

 

” Saya kembali dan mengumpulkan umat untuk menyampaikan hal tersebut dan umat juga merespon baik dan kami menerima bangunan tersebut sehingga kami menyurati bapa SPK dan bpa SPK langsung menjawab permintaan kami,” kata Yohanes.

Proses pengiriman Kapela Portable ke Lembata. Foto: Akun Facebook Simon Petrus Kamlasi

 

Setelah menerima surat permohonan dari Dewan Stasi dan umat, Simon Petrus Kamlasi langsung mengirimkan kapela portable melalaui jalur laut. Tak hanya kapela portable, SPK juga mengirimkan keramik sebanyak 80 dos, 110 kursi. Saat ini bantuan itu kata Yohanes dalam proses pengiriman ke Larantuka.

 

” Bangunan tersebut berukuran 8×18 beserta aksesoris lainnya sperti kramik 90 dos dan kursi 110 biji untuk informasi terakhir barang sudah sampai di Larantuka besok jam 1 nyebrang dari Larantuka ke Lembata dan akan di lanjutan ke Lamanepa, ” kata Yohanes.(AP)

Berita Terkait

Program One School One Product (OSOP) Melki-Johni Berhasil Diterapkan di SMK Negeri Bukapiting Alor
Bandara El Tari Berpotensi Buka Rute Kupang – Dili – Darwin
Pemprov NTT Matangkan Aturan Jam Belajar Siswa, Keluarga Jadi Pusat Pendidikan, Draf Sudah di Biro Hukum
Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang
Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi
Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:43 WIB

Program One School One Product (OSOP) Melki-Johni Berhasil Diterapkan di SMK Negeri Bukapiting Alor

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:07 WIB

Bandara El Tari Berpotensi Buka Rute Kupang – Dili – Darwin

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:15 WIB

Pemprov NTT Matangkan Aturan Jam Belajar Siswa, Keluarga Jadi Pusat Pendidikan, Draf Sudah di Biro Hukum

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi

Berita Terbaru