La Moringa Serap 3-5 Ton Kelor per Bulan dari Petani NTT, Siap Tingkatkan hingga 10 Ton

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungili Laiskodat ketika berkunjung ke pabrik kelor di Kota Kupang. foto : ho/Angky Hanas

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungili Laiskodat ketika berkunjung ke pabrik kelor di Kota Kupang. foto : ho/Angky Hanas

Kupang, NTTPedia.id,- La Moringa menyerap 3 hingga 5 ton bahan baku kelor per bulan dari petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2025. Memasuki 2026, kebutuhan tersebut meningkat signifikan hingga 10 ton per bulan seiring bertambahnya permintaan pasar dan ekspansi produksi.

 

Founder La Moringa, dr Andre Hartanto bersama istri mengatakan sejak beroperasi, pabrik tersebut telah menghasilkan berbagai produk turunan kelor. Antara lain daun kelor kering, teh kelor, biskuit kelor serta biskuit sehat berbahan dasar kelor. Produk-produk ini telah menembus pasar ekspor ke Qatar, Australia, Jepang, dan Kanada.

 

Sepanjang 2025, kapasitas produksi berada pada kisaran 3 sampai 5 ton per bulan. Peningkatan kebutuhan hingga 10 ton per bulan pada 2026 menunjukkan tren permintaan yang terus tumbuh baik dari pasar domestik maupun internasional.

 

” Dari sisi legalitas dan standar mutu, Lamoringa telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari BPOM, Halal, HACCP hingga sertifikasi organik. Pada Maret 2026 mendatang, perusahaan dijadwalkan memperoleh sertifikasi organik dari lembaga internasional guna memperluas akses ke lebih banyak negara tujuan ekspor, ” kata dr Andre kepada NTTPedia.id, Jumat, 27/02/2026.

 

Meski telah menembus pasar global kata dr Andre tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah aksesibilitas terhadap buyer internasional. Distribusi produk dari NTT masih harus melalui Jawa sebelum dikirim ke luar negeri, termasuk untuk mengikuti event dan business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

 

Karena itu kata dr Andre perusahaan berharap dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah. dijelaskannya lebih lanjut, Pabrik pengolahan kelor Lamoringa sendiri resmi berdiri dan diresmikan oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena p ada 9 September 2025.

 

Secara kualitas kata dr Andre, kualitas kelor NTT dinilai lebih unggul dibandingkan produk dari India dan Sri Lanka yang selama ini menjadi kompetitor utama di pasar global. Berdasarkan hasil uji kandungan, kadar protein, vitamin dan nutrisi lainnya pada kelor NTT disebut lebih tinggi dibandingkan kelor dari negara-negara tersebut.

 

Dalam model bisnisnya, La Moringa bertindak sebagai off-taker bagi petani kelor. Perusahaan tidak hanya membeli hasil panen dengan harga Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram tetapi juga melakukan edukasi terkait teknik penanaman organik, proses panen yang benar serta pengelolaan pascapanen agar nilai gizi tetap terjaga.

 

Kehadiran perusahaan ini disebut membawa dampak ekonomi signifikan bagi petani. Sejumlah kelompok usaha tani telah dibina, dan peningkatan pendapatan membantu kesejahteraan keluarga, termasuk akses pendidikan anak-anak mereka.

 

dr Andre mengatakan dalam penguatan kapasitas petani, La Moringa juga bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT untuk pelatihan pengelolaan dan peningkatan kapasitas usaha.

 

Terkait kunjungan mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, kata dr Andre pihak La Moringa menyampaikan apresiasi atas visi pengembangan kelor yang pernah diletakkan pada masa kepemimpinannya.

 

Ia menilai menilai visi tersebut sejalan dengan hasil riset medis yang menunjukkan manfaat kelor sebagai anti-kanker, anti-diabetes, anti-inflamasi, serta dikenal secara global sebagai pohon ajaib.

 

Lebih lanjut dr Andre mengatakan La Moringa berharap dukungan pemerintah, perbankan dan media terus mengalir guna memperluas budidaya kelor di NTT. La Moringa membuka peluang seluas-luasnya bagi petani untuk menanam kelor dengan komitmen pembelian hasil panen secara berkelanjutan.(AP)

Berita Terkait

Bupati Ngada Punya Hak Pilih Sekda, Gubernur Hanya Koordinasi
Undana Ajukan 4 Prodi Baru ke Kemdiktisaintek 
Mahasiswa Undana Ambil Peran Lindungi Masyarakat, Lawan Pinjol Ilegal dan TPPO Lewat SERAMBI 2026
Bank NTT Salurkan CSR Rp143 Juta untuk Program Pengembangan Kopi Robusta di Sumba Tengah
Perkuat Ketahanan Mental Mahasiswa, Undana  Jalin Kolaborasi Global
Ketika Doa Siswa, Guru dan Orang Tua Gerakan Hati Gavriel Novanto Bangun Sekolah di Pedalaman NTT
Farmasi Undana Paling Diburu, 1 Kursi Diperebutkan 67 Calon Mahasiswa
Bandara Sasi Dikerjakan, Tapi Belum Masuk APBD TTU 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:41 WIB

Bupati Ngada Punya Hak Pilih Sekda, Gubernur Hanya Koordinasi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:08 WIB

Undana Ajukan 4 Prodi Baru ke Kemdiktisaintek 

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:25 WIB

Mahasiswa Undana Ambil Peran Lindungi Masyarakat, Lawan Pinjol Ilegal dan TPPO Lewat SERAMBI 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:48 WIB

Perkuat Ketahanan Mental Mahasiswa, Undana  Jalin Kolaborasi Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:47 WIB

Ketika Doa Siswa, Guru dan Orang Tua Gerakan Hati Gavriel Novanto Bangun Sekolah di Pedalaman NTT

Berita Terbaru

Berita

Undana Ajukan 4 Prodi Baru ke Kemdiktisaintek 

Sabtu, 7 Mar 2026 - 19:08 WIB