Kupang, NTTPedia.id,- Semangat global mulai tumbuh dari kampus Universitas Nusa Cendana (Undana). Mahasiswa Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) resmi memulai babak baru melalui pertemuan perdana FPKP English Club belum lama ini di Kupang.
Program ini bukan sekadar wadah belajar bahasa Inggris, tetapi ruang strategis membangun kepercayaan diri dan daya saing global mahasiswa, khususnya dalam isu peternakan, kelautan, dan perikanan.
Bertempat di salah satu lopo kampus, diskusi berlangsung dinamis dan interaktif dalam bahasa Inggris. Kegiatan dipandu dosen peternakan Ir. Jacob Noach, M.Sc., yang dikenal memiliki perspektif global dalam pengembangan sektor peternakan.
Di bawah bimbingannya, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan tata bahasa, tetapi juga dilatih membahas isu-isu strategis pangan dalam konteks
internasional.
Pertemuan tersebut dipandu Koordinator FPKP English Club, Maria Elisabeth Dahung, dan dihadiri anggota aktif seperti Maria Kristina Making, Shelda Resly Nubatonis, Siti Thifar Mentari Umar, serta Siena Ninu. Suasana diskusi berlangsung cair namun substansial, mencerminkan semangat kolaborasi dan keinginan kuat untuk berkembang.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FPKP, Dr. Franchy Christian Liufeto, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu unggulan fakultas. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris adalah “paspor” bagi mahasiswa untuk memasuki pergaulan global. Program ini dirancang untuk menciptakan cross competency, yakni mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus mumpuni dalam komunikasi internasional.
Langkah strategis tersebut berlanjut dengan agenda kolaborasi internasional pada 2 hingga 7 Maret 2026. Mahasiswa FPKP akan berinteraksi dengan dua mahasiswa tamu dari Amerika Serikat, Laci Munger dan Sydney Stuntsman. Kolaborasi ini akan membahas tema Sustainable Agriculture and Fisheries atau pertanian dan perikanan berkelanjutan. Diskusi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga direncanakan turun langsung ke lapangan sebagai implementasi semangat “Undana Unggul dan Berdampak”.
Salah satu fokus kegiatan adalah mengedukasi masyarakat serta siswa SMA di Kota Kupang dan sekitarnya mengenai pentingnya sektor peternakan, kelautan, dan perikanan dalam menjaga ketahanan pangan (food security). Di Nusa Tenggara Timur (NTT), sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah dan memiliki potensi strategis yang besar.
Melalui interaksi dengan mahasiswa internasional, FPKP Undana ingin membuka perspektif generasi muda bahwa sektor primer bukan lagi bidang tradisional, melainkan sektor masa depan yang inovatif, modern, dan menjanjikan.(AP)














