Kuanfatu, NTTPedia.id – Setelah melalui proses pembangunan selama empat bulan, tiga ruang kelas baru di SMA Kristen Kusi – Yayasan Agape Soe, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya rampung dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pembangunan tersebut merupakan bantuan pribadi Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Gavriel Novanto. Tiga ruang kelas permanen dibangun untuk menggantikan bangunan lama yang dinilai tidak layak pakai.
Selama sembilan tahun terakhir, para siswa yang merupakan kelas jauh dari SMA Kristen Kesetana Soe terpaksa belajar di tiga ruangan semi permanen berdinding pelepah pinang dan beralaskan tanah. Kondisi tersebut kerap menghambat proses belajar mengajar, terutama saat musim hujan.
Saat musim penghujan tiba, air sering masuk ke dalam ruangan akibat kebocoran atap seng dan celah dinding. Bahkan, kegiatan belajar mengajar harus dihentikan sementara karena ruang kelas tidak memungkinkan untuk digunakan.
Selain membangun gedung baru, Gavriel juga melengkapi sarana dan prasarana penunjang di dalam kelas, seperti meja, kursi, dan papan tulis.
Dalam sambutannya, Gavriel mengungkapkan awal mula dirinya berinisiatif membantu pembangunan sarana pendidikan yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Ia mengaku tergerak secara pribadi untuk membangun sekolah.
“Saya ingin membangun sekolah. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saya berpikir untuk membantu membangun sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan tiga ruang kelas tersebut menggunakan dana pribadi, bukan melalui program pemerintah.
“Saya tahu bahwa di NTT yang penting itu pendidikan. Kalau kita ingin NTT maju, maka pendidikan yang harus diutamakan. Gedung ini saya bantu tidak menggunakan program pemerintah,” katanya.
Proses peresmian gedung juga tetap dilaksanakan meski akses jalan dari Oebaki menuju Kuanfatu dalam kondisi rusak.
Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman dan aman, sehingga kualitas pendidikan di wilayah tersebut semakin meningkat.
“Saya berharap siswa-siswi SMA Kristen Kusi bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” tambahnya.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th., yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
“Hari ini kita melihat bagaimana Tuhan menggerakkan hati Mas Gavriel Novanto untuk melakukan hal yang melampaui sekat agama dan suku,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Penanggung Jawab SMA Kristen Kusi – Yayasan Agape Soe, Yunus Tanesab. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai jawaban atas doa dan pergumulan para guru, siswa, dan juga orang tua.
“Ini bukan kebetulan, tetapi jawaban atas doa kami. Terima kasih kepada Pak Gavriel Novanto dan keluarga besar Novanto,” tutupnya.













