Undana Gandeng Pakar Jepang Perkuat Deteksi Rabies di NTT

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 20:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis untuk memperkuat upaya pengendalian rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kerja sama internasional di bidang diagnostik penyakit hewan.

Bersama Center for Animal Disease Control (CADIC) Universitas Miyazaki dari Jepang, Undana menggelar Rabies Diagnostic Training Program yang bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan hewan dalam mendeteksi virus rabies secara lebih cepat dan akurat.

Dikutip.dari laman resmi Undana, Program pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Undana, Jefri S. Bale, pada Senin, 9 Maret 2026, di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen akademik Undana dalam merespons ancaman rabies yang masih menjadi persoalan serius di NTT, terutama karena penyakit tersebut tergolong zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Penguatan Kerja Sama Internasional

Pelatihan intensif ini merupakan implementasi lanjutan dari kerja sama akademik antara FKKH Undana dan CADIC Universitas Miyazaki yang telah dimulai sejak tahun 2022.

 

Dekan FKKH Undana, Christina Olly Lada, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas diagnostik merupakan elemen penting dalam memperkuat sistem pengendalian rabies di daerah.

 

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mitra dari Jepang dalam penguatan penelitian kesehatan hewan. Harapannya, peningkatan kemampuan diagnostik ini dapat mempercepat respons penanganan kasus rabies di lapangan,” ujarnya.

 

Transfer Teknologi Diagnostik

 

Direktur CADIC Universitas Miyazaki, Ayako Yoshida, menyatakan bahwa lembaganya membawa pengalaman panjang dalam pengembangan metode diagnostik rabies di Jepang untuk dibagikan kepada para peneliti dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia.

 

Pelatihan ini menitikberatkan pada penguasaan teknik deteksi virus rabies secara cepat, akurat, dan sesuai standar laboratorium internasional.

 

Selain Prof. Yoshida, kegiatan ini juga menghadirkan pakar Veterinary Public Health, Kentaro Yamada, serta peneliti dari Japan Institute for Health Security, Akitoyo Hotta.

 

Para peserta tidak hanya mengikuti sesi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung teknik diagnostik di laboratorium milik Dinas Peternakan Provinsi NTT.

 

Dorong NTT Bebas Rabies

 

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa kolaborasi internasional ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT.

 

“Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi komitmen untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di wilayah kita,” tegasnya.

 

Program yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 tersebut melibatkan akademisi Undana, pakar internasional, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan NTT.

 

Melalui penguatan sumber daya manusia dan fasilitas laboratorium, Undana berupaya memposisikan diri sebagai pusat rujukan diagnostik penyakit hewan yang kredibel guna mendukung terwujudnya NTT bebas rabies di masa mendatang. (IyL)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru